Bukan Sekadar Mengobati, RSUD Embung Fatimah Bersiap Menjadi Rumah Sakit Pendidikan

Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari (kanan), bersama Kepala Bagian Umum, Kasmawati, S.Ag., membahas dan mematangkan perencanaan program LENTERA sebagai inovasi digital untuk mengintegrasikan layanan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan kemitraan di lingkungan rumah sakit.
Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari (kanan), bersama Kepala Bagian Umum, Kasmawati, S.Ag., membahas dan mematangkan perencanaan program LENTERA sebagai inovasi digital untuk mengintegrasikan layanan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan kemitraan di lingkungan rumah sakit.

BATAM — Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat orang mencari kesembuhan. Di dalamnya, ilmu pengetahuan juga tumbuh, tenaga kesehatan mengasah kemampuan, dan penelitian menemukan ruang untuk berkembang. RSUD Embung Fatimah Kota Batam berupaya memperkuat peran itu melalui sebuah inovasi digital bernama LENTERA.

LENTERA merupakan singkatan dari Layanan Terintegrasi Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Kemitraan. Sistem ini dirancang untuk menyatukan berbagai urusan akademik yang selama ini membutuhkan koordinasi administratif lintas bagian. Melalui satu mekanisme digital, rumah sakit ingin membuat proses pengajuan lebih sederhana, terstruktur, dan mudah dipantau.

Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari, menyambut pengembangan inovasi tersebut. Menurut dia, cita-cita membangun rumah sakit pendidikan tidak cukup hanya dengan menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit juga membutuhkan tata kelola yang mampu menopang kegiatan pendidikan, pelatihan, praktik, dan penelitian.

“Penguatan fungsi rumah sakit pendidikan harus didukung dengan tata kelola yang baik, termasuk dalam pengelolaan kegiatan pendidikan, pelatihan, praktik, hingga penelitian,” kata Sri Widjayanti di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Batam, pekan ini.

Bagi rumah sakit, pengelolaan kegiatan akademik bukan perkara kecil. Setiap permohonan pendidikan, praktik mahasiswa, penelitian, hingga pengambilan data membutuhkan persyaratan dan persetujuan dari unit yang berwenang. Jika prosesnya tersebar di berbagai meja administrasi, koordinasi bisa memakan waktu dan menyulitkan pemantauan.

Persoalan itulah yang hendak dijawab LENTERA.

Kepala Bagian Umum RSUD Embung Fatimah, Kasmawati, S.Ag., yang bertindak sebagai project leader, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan membenahi layanan akademik yang sebelumnya masih mengandalkan sejumlah tahapan administrasi dan media komunikasi berbeda.

LENTERA dikembangkan sebagai bagian dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 yang digagas Kasmawati.

Melalui sistem ini, perguruan tinggi, mahasiswa, peserta didik, peneliti, maupun institusi mitra dapat mengakses informasi layanan dan persyaratan sebelum mengajukan permohonan secara digital.

Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari (kanan), bersama Kepala Bagian Umum, Kasmawati, S.Ag., membahas dan mematangkan perencanaan program LENTERA sebagai inovasi digital untuk mengintegrasikan layanan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan kemitraan di lingkungan rumah sakit.

Setelah pengajuan masuk, petugas akan melakukan verifikasi dokumen. Permohonan kemudian diteruskan kepada unit atau bidang terkait untuk memperoleh rekomendasi dan persetujuan sesuai kewenangan masing-masing.

Setiap tahapan dirancang memiliki alur yang jelas. Pemohon juga diharapkan dapat memantau perkembangan berkas tanpa harus berulang kali datang ke rumah sakit hanya untuk menyerahkan dokumen atau menanyakan status permohonan.

“Melalui LENTERA, berbagai layanan yang berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, praktik atau magang, penelitian, pengambilan data, dan kemitraan akan diarahkan dalam satu mekanisme yang terintegrasi,” ujar Kasmawati.

Ia menegaskan, LENTERA bukan sekadar aplikasi pendaftaran. Sistem ini juga dirancang untuk memperkuat koordinasi antara Instalasi Diklat, bidang pelayanan, komite terkait, dan unit lain yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan maupun penelitian.

Namun, pengembangan sistem tersebut belum selesai. Pada tahap awal, aplikasi sudah tersedia dan memasuki masa uji coba. Fitur informasi layanan telah berfungsi, sedangkan fasilitas pendaftaran, verifikasi dokumen, pelacakan status permohonan, dan pelaporan masih terus disempurnakan.

Sebelum diterapkan secara penuh, fitur-fitur tersebut akan melalui pengujian. Rumah sakit juga menyiapkan standardisasi prosedur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan basis data, serta evaluasi pelayanan secara berkelanjutan.

Dukungan pimpinan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sri Widjayanti menilai, rumah sakit harus mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan yang semakin kompleks. Mutu rumah sakit tidak hanya diukur dari kemampuan menangani pasien, tetapi juga dari kesiapannya membangun lingkungan pendidikan dan penelitian yang profesional serta akuntabel.

Di sinilah LENTERA mendapat peran lebih luas. Kemudahan administrasi diharapkan membuka ruang kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan. Mahasiswa memperoleh akses praktik yang lebih tertata, peneliti mendapatkan kepastian prosedur, sementara rumah sakit memiliki mekanisme pengelolaan kegiatan akademik yang lebih terukur.

Pada akhirnya, perjalanan menuju rumah sakit pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan gedung, peralatan medis, atau jumlah tenaga kesehatan. Tata kelola, kemampuan berkolaborasi, dan kesediaan beradaptasi dengan perubahan juga menjadi penentu.

RSUD Embung Fatimah mencoba menempuh jalan itu melalui LENTERA. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung visi rumah sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Terpercaya Pilihan Masyarakat dengan Pelayanan yang Unggul.

Sebuah rumah sakit yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat orang memperoleh pengobatan, tetapi juga tempat ilmu pengetahuan berkembang, tenaga kesehatan belajar, dan penelitian memberi manfaat bagi masa depan pelayanan kesehatan.***

Exit mobile version