Operasi Es Teler

Pagi itu di hutan rimba, suasana mendadak panas meski udaranya adem. Di atas jembatan kayu tua, sekelompok kera albino berbulu putih bersih dan kinclong berdiri tegak dengan gaya paling belagu se-antero hutan. Salah satu dari mereka—yang pakai kacamata paling tebal—maju ke depan sambil membentangkan gulungan surat berstempel Raja Hutan dengan penuh wibawa.

​“Dengarkan baik-baik wahai rakyat jelata! Berdasarkan titah Baginda, kalian semua wajib… uhuk… pakai celana kalau mau lewat sini!” teriak si Kera Albino berkacamata sok penting.

​Tapi, rupanya kera-kera dekil di seberang sana sudah kadung “kepanasan” bukan karena cuaca, tapi karena emosi tingkat dewa melihat gaya sok suci kelompok putih-putih itu. Tanpa banyak basa-basi, komandan kera dekil langsung memberi komando perang yang sangat absurd.

​“Woi, serang! Bekukan kera-kera aneh itu! Mereka sudah melanggar hukum rimba!” teriak si Kera Dekil sambil memegang bongkahan es batu besar.

​Syuuung! Byuur!

​Hujan es batu mendadak turun secara lokal khusus buat kubu kera albino. Kera-kera putih yang tadinya berdiri tegak sok gagah langsung kocar-kacir sambil loncat-loncat kayak kerasukan setannya penari balet. Ada yang jidatnya benjol kena timpuk es, ada yang bajunya basah kuyup, sementara si kera berkacamata sibuk ngibrit sambil megangin surat titah yang sudah lepek kena air es.

​“Duh, dingin! Ampun, bos! Es batunya jangan pakai sirup marjan dong!” teriak mereka histeris sambil jungkir balik menghindari hujan es.

​Sementara itu, di atas dahan pohon tak jauh dari lokasi keributan, seekor Kancil kecil duduk manis sambil geleng-geleng kepala dengan penuh kebingungan. Ia menatap dua kubu kera yang sedang bertengkar masalah “aturan rimba” tapi pakai metode warung es buah.

​”Duh, ada-ada saja,” gumam si Kancil sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal. “Yang satu hobi bikin aturan sok keren, yang satu lagi hobi jualan es batu tanpa modal. Hutan ini lama-lama bukan dipimpin raja, tapi mau dibikin jadi kedai es teller!”

​Cerita ini murni fiksi belaka, sekadar pengantar hari agar kalian makin semangat dan bahagia. Kalau ada kesamaan atau kemiripan dengan kisah yang sedang dialami pembaca… aduh, kalian kok bisa begitu banget sih?

​#DongengSatir #KeraAlbino #HukumRimba #EsBatu #HumorKocak #KancilBingung #CeritaFiksi #KritikSosial

Exit mobile version