TANJUNGPINANG – Wisata sejarah Pulau Penyengat semakin menjadi daya tarik utama pariwisata Kepulauan Riau. Destinasi yang kaya akan sejarah dan budaya Melayu itu kini menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia.
Pendiri Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, mengatakan Pulau Penyengat masih menjadi destinasi unggulan bagi travel agent di Kepri, khususnya Batam. Destinasi ini menawarkan nilai sejarah yang kuat sekaligus menjadi penghubung budaya antara Kepulauan Riau dan Malaysia.
Masuk Paket Wisata 4 Hari 3 Malam
Menurut Surya, wisatawan asal Malaysia, terutama dari Pahang, Johor, dan Negeri Sembilan, menunjukkan minat yang tinggi untuk mengunjungi Pulau Penyengat. Mereka ingin melihat langsung jejak sejarah yang memiliki hubungan erat dengan kawasan asal mereka.
Karena itu, banyak travel agent di Batam menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia untuk menyusun paket wisata sejarah.
“Pulau Penyengat kami jadikan tujuan utama dalam paket wisata 4 hari 3 malam. Bahkan untuk paket Batam-Bintan, Pulau Penyengat tetap masuk dalam itinerary karena memiliki daya tarik sejarah dan budaya yang sangat kuat,” kata Surya.
Kunjungan Wisman Terus Meningkat
Surya menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif. Kondisi itu mendorong seluruh pelaku pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, pengelola destinasi juga terus melakukan pembenahan. Salah satu fokusnya ialah mempercantik kawasan wisata, termasuk Pulau Penyengat, agar semakin nyaman dan menarik bagi wisatawan.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga daya saing pariwisata Kepri sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai ikon wisata sejarah dan budaya Melayu di Indonesia.(bos)
