Pemkot Batam luncurkan sekolah lansia di pulau penyangga

Batamclick.com,
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau meluncurkan Sekolah Lansia ‘Tok Dalang dan Opah’ di Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Camat Bulang Borhan mengatakan sekolah lansia ini merupakan yang pertama di Kecamatan Bulang dan diharapkan dapat terus diperluas ke kelurahan lainnya.

“Kami ajak para atok dan opah, manfaatkanlah sekolah lansia ini untuk berinteraksi dan belajar. Alhamdulillah sekolah yang terbentuk ini pertama di Kecamatan Bulang dan Insya Allah nanti akan kami susul ke kelurahan-kelurahan lain,” ujarnya di Batam, Kamis.

Pembentukan sekolah lansia dilakukan untuk menjawab meningkatnya jumlah penduduk lansia di wilayah pulau penyangga.

Kehadirannya diharapkan menjadi wadah pembelajaran sekaligus ruang interaksi bagi para lansia agar tetap berdaya dan bermartabat.

Sebanyak 30 lansia mengikuti angkatan pertama sekolah tersebut, terdiri atas 13 laki-laki dan 17 perempuan yang berasal dari Kelurahan Pulau Buluh.

Selama 12 bulan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari kesehatan lansia, gizi dan pola hidup sehat, kebugaran, kesehatan mental dan spiritual, pencegahan penyakit, peran lansia dalam keluarga, kemandirian, aktivitas sosial, hingga pengembangan keterampilan.

“Harapannya memberikan manfaat, terutama bagaimana mereka tetap menjaga kesehatannya. Masyarakat kami yang berada di Kecamatan Bulang, meskipun berada di pinggir, tetap menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap kemajuan Batam,” kata Borhan.

Ia memperkirakan jumlah lansia di Kecamatan Bulang telah mencapai sekitar 300 orang atau sekitar 10 persen dari total penduduk setempat.

Sementara itu, Kepala Tim Kerja Pembangunan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri Humala Lubis mengatakan sekolah lansia merupakan salah satu program BKKBN untuk meningkatkan kualitas pembangunan keluarga melalui pembinaan kelompok lansia.

“Pemerintah melaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas lansia agar sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Panjang umur saja tidak cukup, tetapi juga harus sehat dan mampu menjalankan aktivitas secara mandiri,” ujarnya.

Humala menyebutkan hingga Juli 2026 terdapat 28 sekolah lansia yang telah terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau.

Peserta didik Sariman berharap untuk belajar mengenai kesehatan di kelas sekolah lansia.

“Sebagai lansia saya pokoknya ikut aja, harapannya yang dilaksanakan disini bermanfaat karena para lansia sudah dapat perhatian dari pemerintah,” kata dia.

Selain mengembangkan sekolah lansia, Pemkot Batam juga memberikan perhatian kepada warga lanjut usia melalui program bantuan sosial.

Saat ini sekitar 4.000 lansia yang masuk kategori desil 1 hingga 5 menerima insentif sebesar Rp400 ribu per bulan sebagai bentuk dukungan kesejahteraan.

Sumber, Antara

Exit mobile version