Ruslan Buton Sempat Tolak Tandatangani Surat Perintah Penahanan

BATAMCLICK.COM, Ruslan Buton resmi mendekam di balik jeruji Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan karena diduga meminta Presiden Joko Widodo mundur.

Kabar penahanan Ruslan dibenarkan penasehat hukumnya, Tonin Tachta. Ruslam ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

“Akhirnya Ruslan Buton menjadi warga rutan Bareskrim selama paling lama 20 (dua puluh) hari dari 29 Mei 2020 sampai dengan tanggal 17 Juni 2020,” ujar Tonin kepada wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Tonin mengungkapkan bahwa kliennya sempat menolak tanda tangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan surat perintah penahanan. Ruslan Buton enggan menandatangani surat perintah penahanan karena merasa tidak bersalah melakukan tindak pidana melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). 

Tonin mengatakan, Ruslan baru menandatangani surat penahanan setelah diberi pemahaman terkait dugaan melakukan tindak pidana Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Sebelumnya polisi telah menangkap Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, Ruslan Buton pada Kamis (28/5/2020) sekira pukul 09.00 WITA. Penangkapan tersebut diduga terkait surat terbuka yang disampaikan Ruslan lewat rekaman video yang meminta Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya di tengah pandemi Covid-19.                   

“Menindaklanjuti Laporan Polisi No. 0271 tanggal 22 Mei 2020 bahwa benar pada Kamis, 28 Mei 2020 pukul 10.30 Wita, tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton, serta Polisi Militer, telah melakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama Ruslan alias Ruslan Buton (45) di wilayah Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Tribrata TV, Jumat (28/5/2020).                      

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti 1 buah handphone (HP) milik tersangka Ruslan Buton dan kartu tanda pengenal (KTP). Pada saat diperiksa, Ruslan mengakui bahwa rekaman suara yang ada dalam video itu benar dirinya yang meminta Joko Widodo (Jokowi) mundur sebagai Presiden RI.                  

Tersangka Ruslan Buton menyebarkan rekaman suara tersebut ke group WhatsApp (WAG).       

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar di media sosial adalah milik tersangka yang dibuat pada tanggal 18 Mei 2020 menggunakan handphone (HP) milik tersangka,” jelasnya.(dek)


Sumber: akurat.co