Menagih Janji Jokowi Kembangkan Esport di Indonesia

BATAMCLICK.COM : Indonesia Esports Premier League (IESPL) mengatakan pemerintah harus berinvestasi dan fokus untuk mengembangkan ekosistem esports dan industri gim di Indonesia. Dalam debat Pilpres 2019 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perputaran uang sektor digital pada 2017 di Indonesia mencapai Rp12 triliun.

Presiden IESPL Giring Ganesha yakin esports bisa menjadi sumber devisa negara yang baru. Pengembangan esport menurutnya bisa dilakukan dengan fokus ke industri gim termasuk ke pengembangan atlet eSports hingga pengembangan gim lokal.

“Di kampanye beliau (Jokowi) pada 2019, esports jadi janji politik mereka, esports dan ranah video game. Menurut saya Indonesia bisa fokus investasi di video game dan gim lokal bisa mendunia. Bakal ada devisa baru untuk negara,” ujar Giring saat ditemui di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/1).

Ada empat cabang gim yang dipertandingkan dalam Piala Presiden esports 2020 yang memasuki babak Grand Final pada Februari mendatang.

BACA JUGA:   OJK Catat Pelonggaran Kredit Tembus Rp863,6 T per 24 Agustus

Gim pertama adalah Free Fire yang merupakan gim bergenre battle royale. Kedua adalah Pro Evolution Soccer 2020. Sementara dua gim lainnya adalah Mobile Premier League dan gim lokal yang masih dalam tahap kurasi.

Terdapat lima gim lokal yang sedang dalam tahap kurasi. Lima gim yang sedang dikurasi adalah Battle of Satria Dewa, eSport Manager, Lokapala, Pirate Mobile War, dan Ultra Space Battle Brawl. Giring mengatakan pertandingan dengan gim lokal ini adalah bentuk dukungan terhadap gim lokal. Cabang gim lokal ini akan dipertandingkan lewat ekshibisi.

Anomali pertumbuhan esports

Selain itu, menurut Giring perkembangan mobile gaming di negara-negara di Asia Tenggara meningkat sangat pesat dibandingkan negara-negara lainnya.

“Cuma di Asia Tenggara tiba-tiba mobile gaming nya sangat naik Tiba-tiba pergerakan esports mobile gaming di Asia Tenggara seperti anomali,” ujar Giring.

BACA JUGA:   ARMY Pasti Bangga, BTS Bakal Pidato Kembali di Sidang Umum PBB ke-75

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan gim mobile di Indonesia. Pertama, berkembangnya tingkat perekonomian Asia Tenggara. Sehingga, masyarakat mampu membeli ponsel spesifikasi tinggi untuk bermain gim.

Kedua, rata-rata mobile gaming bisa dinikmati dengan cuma-cuma. Pemain mengeluarkan uang apabila ia membutuhkan aksesoris-aksesoris tambahan.

Hal ini berbeda dengan negara seperti Korea Selatan. Menurut Giring di negeri ginseng itu, gim konsol lebih banyak berkembang ketimbang gim di ponsel.

Hambatan esports berkurang

Giring menjelaskan saat ini perkembangan industri gim khususnya eSport memiliki hambatan-hambatan yang lebih ringan. Sebab, vendor ponsel telah membuat berbagai ponsel yang bisa digunakan untuk gaming secara layak, Indonesia juga terus mengembangkan jaringan internet ke seluruh pelosok negeri.

“Kalau tahun lalu masih terhambat di regulasi dan belum ada badan menaungi. Sekarang ada Pengurus Besar (PB) Esports yang diketuai Budi Gunawan (BG),” ujar Giring.

BACA JUGA:   Cara Unik Jennifer Bachdim Umumkan Jenis Kelamin Anak ke-3

Selain BG, Sandiaga Uno juga resmi dilantik sebagai Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) Esports Indonesia periode 2020-2024. Menurut BG, pengalaman serta kemampuan Sandiaga di berbagai bidang dapat membantu bisnis esports Indonesia berkembang dengan cepat.

Soal pilihan untuk menggaet Samsung sebagai sponsor perhelatan esport, menurut Giring lantaran vendor ponsel ini punya komitmen mendukung jenis olahraga gim tersebut.

“Samsung tahu bahwa di negara utamanya mereka komitmen dengan eSport, kenapa tidak di Indonesia,” kata Giring.

Giring mengatakan Indonesia kembali menggelar Piala Presiden 2020 setelah menggelar turnamen tersebut pada 2019. Giring mengaku tahun ini sekitar 177 ribu atlet eSport mendaftar untuk berkompetisi di Piala Presiden Esport 2020. Sementar tahun lalu sebanyak 18 ribu atlet  Esport ikut mendaftar. (jnp/eks)

Sumber : CNN Indonesia