Diresmikan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Wiraraja Masukkan Investasi USD 500 Juta ke Batam

Proyek PSN pabrik baterai sodium-ion di Kawasan Industri Wiraraja Batam resmi dimulai dengan investasi tahap awal USD 500 juta & serap 1.000 tenaga kerja.
Proyek PSN pabrik baterai sodium-ion di Kawasan Industri Wiraraja Batam resmi dimulai dengan investasi tahap awal USD 500 juta & serap 1.000 tenaga kerja.

BATAM — Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), resmi menjadi lokasi pembangunan pabrik baterai sodium-ion dan teknologi manufaktur cerdas. Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja GESEIP ini diawali dengan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) dan penandatanganan kerja sama investasi tahap awal senilai 500 juta dolar AS (sekitar Rp9,1 triliun).

Fasilitas tahap pertama ini dibangun di atas lahan seluas tiga hektare (area C12) dan ditargetkan beroperasi pada awal 2027. Proyek ini diperkirakan langsung menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.

Buah Perjanjian Washington D.C. dan Komitmen Teknologi

Proyek jumbo ini merupakan tindak lanjut dari Joint Venture Agreement (JVA) antara konsorsium Amerika Serikat (Tynergy Technology Group dan Essence Global) dengan Wiraraja Indonesia yang ditandatangani di Washington, D.C. pada 18 Februari 2026, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Presiden Direktur Wiraraja Indonesia yang juga Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa investasi ini membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Pasti ada dampak, tahun ini saja kita menarik kurang lebih seribuan orang. Realisasi investasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027,” ujar Ma’ruf di Batam, Rabu.

Ia juga menyematkan semangat nilai-nilai persatuan Sumpah Pemuda dalam upaya membangun industri nasional yang berdaulat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Senada dengan Ma’ruf, Presiden Direktur Tynergy Technology Group, Yan Purba, menyatakan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi awal dari komitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi, inovasi, dan pengembangan teknologi energi masa depan, bukan sekadar pasar konsumtif.

“Kami berkomitmen membangun ekosistem industri berteknologi tinggi yang mencakup energi terbarukan, baterai sodium-ion, semikonduktor, serta teknologi manufaktur,” tutur Yan seraya menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

Anchor Investasi dan Target Ekonomi Daerah

Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek ini. Menurut Fary, investasi tahap awal senilai USD 500 juta ini berfungsi sebagai poci penarik (anchor) untuk mendongkrak masuknya investasi lanjutan di Batam.

Langkah ini sejalan dengan target ambisius pemerintah, di mana Batam dipatok untuk memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi sebesar 2% di atas target nasional (yang ditargetkan mencapai 8% pada 2029). Dengan realisasi investasi Batam yang telah menembus Rp59,8 triliun hingga triwulan ketiga, BP Batam optimistis arus modal global akan semakin deras masuk.

Catatan Penting Kepastian Hukum

Di tengah optimisme pembangunan ini, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, melontarkan pesan yang menohok terkait kepastian hukum dan iklim investasi. Ia mengingatkan bahwa kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) harus mampu membuktikan komitmen bisnisnya di hadapan pasar global.

“Singapura adalah hub dari hampir 80% bisnis yang masuk ke Indonesia. Kehadiran saya di sini untuk membuktikan bahwa kita tidak setengah-setengah hati,” tegas Hotmangaradja.

Ia menekankan bahwa kepercayaan investor global tidak cukup dibangun dengan angka statistik semata, melainkan melalui kepastian hukum dan kemudahan berusaha yang tangible (nyata) di lapangan. Menurutnya, seluruh kerja sama internasional ini pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dengan dimulainya groundbreaking ini, pabrik baterai sodium-ion Wiraraja-Tynergy tidak hanya menjadi babak baru bagi pengembangan energi terbarukan di tanah air, tetapi juga menjadi pembuktian nyata kesiapan Batam dalam mengawal investasi skala global.(bos)

Exit mobile version