ANAMBAS, BATAMCLICK.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memperkuat pemberdayaan usaha mikro melalui dukungan peralatan produksi dan fasilitasi legalitas usaha. Program yang didukung PT Kufpec Indonesia itu diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyerahkan bantuan alat pendukung produksi kepada Junaidi, pelaku usaha mikro asal Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, di Aula M. Zen, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., Sekretaris Daerah Sahtiar, S.H., M.M., serta Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, S.I.K., M.H.
Aneng mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat. Namun, potensi usaha mikro di daerah kepulauan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga tingginya biaya distribusi produk.
“UMKM merupakan roda penggerak perekonomian masyarakat dan salah satu pilar vital perekonomian Indonesia. UMKM telah terbukti tahan terhadap krisis, bahkan menjadi pendorong pemulihan ekonomi pada masa-masa sulit, termasuk saat pandemi COVID-19,” ujar Aneng.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 3.701 pelaku usaha mikro di Kabupaten Kepulauan Anambas. Usaha mereka mencakup berbagai sektor, antara lain pengolahan hasil laut, perdagangan, dan industri kreatif.
Meski demikian, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti kemudahan dalam mengembangkan usaha. Persoalan permodalan, perizinan, manajemen bisnis, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital masih menjadi tantangan.
Kondisi geografis Anambas yang merupakan wilayah kepulauan juga berdampak pada biaya pengiriman produk ke luar daerah. Situasi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya saing produk lokal ketika harus bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena itu, Aneng menilai pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta. Dukungan tersebut diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Untuk itu, dibutuhkan sinergi dan peran dari berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kapasitas melalui penguatan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas,” katanya.
Selain bantuan peralatan produksi, penguatan legalitas menjadi salah satu fokus dalam program pemberdayaan tersebut. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).
Kelengkapan legalitas diharapkan dapat membantu produk UMKM memenuhi persyaratan yang berlaku, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Kepulauan Anambas.
Aneng berharap dukungan PT Kufpec Indonesia terhadap pengembangan UMKM dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha masyarakat.
“Saya berharap sinergitas antara pemerintah daerah dengan PT Kufpec Indonesia dalam upaya pemberdayaan UMKM dapat berlanjut dan berkesinambungan. Dengan adanya sinergitas ini, diharapkan dapat meningkatkan UMKM dari potensi-potensi lokal menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu mengembangkan usaha dan naik kelas.
Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan berlangsung pada 20–24 Oktober 2026 dan diikuti 15 pelaku usaha mikro dari sejumlah sektor usaha.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM semakin mampu meningkatkan kualitas produksi, memenuhi persyaratan legalitas, dan memperkuat daya saing produk lokal.
Kolaborasi pemerintah daerah dan pihak swasta diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.
