ANAMBAS, Batamclick.com – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas meningkatkan kualifikasi pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang Sarjana (S-1) dan Magister (S-2).
Program tersebut ditawarkan Universitas Budi Luhur dan disosialisasikan di Aula Ruang Rapat Utama Prof. Dr. Mohamad Zen, Lantai III Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Senin (28/9/2026).
Aneng mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya ASN, menjadi bagian penting dalam mewujudkan Anambas yang maju, berdaya saing dan sejahtera.
Menurutnya, banyak ASN maupun tenaga profesional yang telah memiliki pengalaman kerja, keahlian, serta mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan. Namun, tidak seluruh pengalaman dan kompetensi tersebut memperoleh pengakuan secara formal dalam jenjang pendidikan tinggi.
“Di sinilah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL hadir sebagai solusi,” ujar Aneng.
Ia menjelaskan, RPL bukan merupakan program pemberian ijazah secara instan. Program ini merupakan mekanisme pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal sebelumnya, pengalaman kerja maupun pembelajaran mandiri.
Melalui asesmen perguruan tinggi, capaian pembelajaran yang memenuhi ketentuan dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan mekanisme tersebut, peserta dapat menempuh pendidikan S-1 maupun S-2 secara lebih efisien sesuai ketentuan yang berlaku.
“Program ini memberikan kesempatan bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman dan kompetensi untuk mendapatkan pengakuan secara akademik,” katanya.
Aneng berharap program RPL Universitas Budi Luhur dapat dimanfaatkan ASN Pemkab Anambas untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan.
Ia juga meminta Kepala BKPSDM bersama kepala perangkat daerah memfasilitasi pendataan serta memberikan kemudahan dalam proses izin belajar bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan.
“Jangan sampai ada ASN kita yang semangat belajar tapi terhambat birokrasi,” tegasnya.
Menurut Aneng, peningkatan pendidikan dan kompetensi ASN diharapkan berimbas pada profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan meningkatnya kualitas dan kualifikasi pendidikan ASN, kita berharap pelayanan publik juga semakin profesional dan pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
