BINTAN – Aroma durian menyambut ratusan peserta Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026 di Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, Minggu, 26 Juli 2026. Di tengah tradisi kenduri masyarakat Melayu, Pemerintah Kabupaten Bintan berupaya memperkenalkan satu potensi lokal yang belum banyak dikenal luas: Durian Daun, varietas durian khas daerah itu.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Bintan Trekking 2026 tersebut diikuti 650 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Sebanyak 30 peserta datang dari Malaysia dan satu peserta dari Belanda. Peserta lainnya berasal dari sejumlah wilayah di Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Makassar, dan daerah lain di Tanah Air.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan kenduri durian bukan sekadar perayaan musim panen. Tradisi itu menyimpan nilai kebersamaan sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya Melayu dan potensi wisata daerah.
“Kenduri Durian Bentan bukan hanya tradisi makan bersama atau perayaan musim panen. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat Melayu atas limpahan rezeki, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya agar tetap lestari,” ujar Roby.
Dari Jalur Trekking ke Meja Kenduri
Festival durian menjadi salah satu tujuan peserta Bintan Trekking 2026. Sebelumnya, sebanyak 600 peserta diberangkatkan menuju kawasan Gunung Bintan. Perpaduan kegiatan alam terbuka dan festival kuliner ini memperlihatkan upaya pemerintah daerah mengembangkan wisata minat khusus yang terhubung dengan budaya setempat.
Bagi Bintan, daya tarik wisata tidak berhenti pada panorama alam. Tradisi masyarakat, hasil pertanian, dan kuliner lokal juga berpeluang memperkaya pengalaman wisatawan.
Roby mengapresiasi keterlibatan Zuriat Bentan, PT Royal Travel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi pemerintah, komunitas adat, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya secara berkelanjutan.
Durian Daun, Identitas Lokal yang Ingin Dikenalkan
Di antara potensi yang ingin diperkenalkan melalui festival ini adalah Durian Daun. Roby menyebut varietas tersebut sebagai salah satu produk unggulan Bintan yang memiliki cita rasa dan karakteristik tersendiri.
Pemerintah daerah ingin mengembangkan potensi itu melalui festival, promosi pariwisata, penguatan sektor pertanian, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan cara tersebut, kegiatan budaya diharapkan tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Namun, memperkenalkan produk lokal membutuhkan upaya yang berkelanjutan. Pengenalan kepada wisatawan perlu berjalan seiring dengan penguatan produk dan keterlibatan pelaku usaha agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.
Roby mengajak warga menjaga budaya Melayu, melestarikan alam, dan mempromosikan produk unggulan daerah. Ia berharap Durian Daun semakin dikenal sebagai kuliner khas Bintan, sementara festival budaya dan wisata alam terus memperluas daya tarik kabupaten tersebut di tingkat nasional maupun internasional.
“Jadikan budaya Melayu sebagai identitas yang membanggakan, jadikan alam Bintan sebagai warisan yang harus dijaga, dan jadikan Durian Daun sebagai ikon kuliner khas Kabupaten Bintan yang semakin dikenal hingga ke tingkat internasional,” kata Roby.(br)
