Gubernur Kepri paparkan capaian program strategis pada Hari Jadi ke-24

Batamclick.com,
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memaparkan berbagai capaian program strategis pada peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) guna mewujudkan pembangunan daerah yang maju, makmur, dan merata.

Ansar mengatakan Hari Jadi ke-24 bukan sekadar momentum seremonial, melainkan refleksi perjalanan panjang sekaligus tekad untuk menjemput masa depan dengan kerja nyata.

“Momentum ini merupakan refleksi bersama atas perjalanan panjang dan menuntut kita untuk senantiasa bergandengan tangan, memperkuat kebersamaan, serta mengesampingkan perbedaan demi merawat amanah negeri,” kata Ansar Ahmad usai memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Kamis.

Menurut dia Pemprov Kepri secara konsisten menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penataan dan rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.

Kemudian, pengiriman 50 muballigh ke pulau-pulau terluar, bantuan rumah ibadah untuk 237 penerima manfaat, serta insentif keagamaan bagi 13.348 penerima manfaat.

Sedangkan di bidang kesehatan dan pendidikan, Pemprov Kepri juga menjalankan berbagai program, mulai dari fasilitas Rumah Singgah Jakarta dan Batam, bantuan JAMKESDA, pembangunan dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah, SPP gratis, transportasi siswa darat dan laut, hingga beasiswa bagi 1.212 mahasiswa Kepri.

“Pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis,” katanya.

Untuk sektor ekonomi dan perlindungan masyarakat, menurut Ansar, program subsidi bunga margin nol persen telah disalurkan sejak November 2021 hingga Agustus 2026 sebesar Rp56,1 miliar kepada 2.126 UMKM.

Berikutnya, program Kepri Terang hingga Desember 2025 juga telah menjangkau pemenuhan listrik dasar bagi 14.340 rumah tangga di tujuh kabupaten/kota.

Berbagai program tersebut, lanjut Ansar, turut mengiringi capaian indikator makro pembangunan daerah, antara lain pertumbuhan ekonomi Kepri secara year-on-year pada triwulan II 2026 mencapai 6,99 persen.

“Capaian ini menempatkan Kepri pada peringkat pertama di Sumatera dan peringkat ketiga nasional,” ujar dia.

Lebih lanjut Ansar menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri pada 2025 juga mencapai 80,53 poin, menempatkan Kepri di urutan pertama se-Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional.

Sementara persentase penduduk miskin pada Maret 2026 berhasil ditekan menjadi 4,09 persen, yang disebut sebagai angka terendah Kepri sejak 2021.

Dari sisi investasi, realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp40,38 triliun atau 168 persen dari target daerah sebesar Rp24,10 triliun. Capaian itu juga telah memenuhi 94,32 persen dari target nasional semester I sebesar Rp42,81 triliun.

Selain itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri 2025 mencapai 83,68 poin dan menempati peringkat ketujuh nasional. Indeks Pembangunan Kebudayaan Kepri 2025 berada di angka 60,34 poin, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 59,98 poin.

“Kepri terus meneguhkan komitmen untuk membangun daerah dengan bertumpu pada kekuatan sejarah, budaya Melayu, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” demikian Ansar.

Sumber, Antara

Exit mobile version