Ombudsman RI Awasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras Bulog

Batamclick.com, Batam – Ombudsman Republik Indonesia (RI) turun langsung untuk mengawasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras Bulog seberat 10 kilogram per KK kepada 489 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Batu Merah, Batu Ampar, Batam, pada Selasa, 25 Juni 2024.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menjelaskan bahwa kegiatan bantuan pangan ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membantu warga miskin dengan penyediaan beras dan menekan inflasi. Hasil pengamatan dari tahun sebelumnya menunjukkan beberapa masalah yang harus diperbaiki dalam penyaluran pangan agar lebih efisien.

Salah satu temuan terkait pembagian beras di kawasan Batu Merah adalah masalah data penerima. Dari 489 warga penerima manfaat, sekitar 50 warga seharusnya sudah tidak layak lagi menerima bantuan dan harus diganti dengan warga lain yang lebih memenuhi kriteria.

BACA JUGA:   Ini Alasan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Rahasiakan Wajah Baby R

Yeka menekankan pentingnya pendataan ulang oleh pihak kelurahan Batu Merah untuk memastikan bantuan pangan dari pemerintah pusat tepat sasaran. Sementara itu, Plt Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan dari Badan Pangan Nasional, Indra Wijayanto, menyebutkan bahwa saat ini cadangan beras pemerintah pusat mencapai sekitar 1,6 juta ton dan akan disalurkan ke seluruh Indonesia.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menjadi perhatian. SPHP bertujuan melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen. Perum BULOG, yang ditugaskan oleh Bapanas, melaksanakan program SPHP sesuai dengan Surat Kepala Bapanas Nomor 02/TS.03.03/K/1/2023 perihal Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras di Tingkat Konsumen.

BACA JUGA:   Pondasi Rumah RTLH Kuat….Sekuat TNI Bersama Rakyat

Indra menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) SPHP di wilayah mereka adalah Rp 13.100 per kilogram. Para pedagang beras juga diminta untuk tidak mempermainkan harga pasar, terutama komoditas beras. Mulai Juni 2024, bantuan beras tidak lagi dilakukan setiap bulan, melainkan diselang-seling setiap bulannya.

Penulis: ElinEditor: Abim