12 WNA Vietnam Gagal ke Malaysia Lewat Jalur Ilegal di Batam, Diamankan TNI AL

Batamclick.com, Batam – TNI Angkatan Laut jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), yakni Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV bersama Satuan Tugas Pengamanan dan Operasi (Satgas POA) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, menggagalkan dugaan keberangkatan ilegal 12 warga negara asing (WNA) asal Vietnam yang akan menuju Malaysia melalui jalur tidak resmi.

Penggagalan dilakukan di kawasan Pulau Lumba, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Selasa (20/10/2026), pukul 13.30 hingga 18.30 WIB.

Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi terhadap tiga WNA yang diamankan sebelumnya, terdiri dari dua warga negara Vietnam dan satu warga negara Myanmar.

“Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan bergerak melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan upaya keberangkatan WNA melalui jalur tidak resmi,” kata Berkat dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 12 WNA asal Vietnam yang terdiri dari tujuh perempuan dan lima laki-laki. Mereka diduga tengah dipersiapkan untuk berangkat menuju Malaysia melalui perairan perbatasan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, para WNA tersebut diduga telah melampaui batas waktu izin tinggal atau _overstay_. Mereka juga diduga melanggar ketentuan keimigrasian karena berupaya keluar dari wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi tanpa menjalani pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Terkait motif keberangkatan ilegal, Kodaeral IV masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan untuk menghindari konsekuensi atas dugaan _overstay_ maupun dugaan pelanggaran hukum lainnya.

Untuk proses lebih lanjut, ke-12 WNA tersebut diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Berkat menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan wujud sinergi Kodaeral IV dan Satgas POA BAIS TNI dalam meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah Kepulauan Riau.

“Kodaeral IV terus mengoptimalkan fungsi intelijen dan unsur di lapangan guna mencegah pemanfaatan jalur laut sebagai akses kegiatan ilegal lintas negara yang berpotensi mengganggu keamanan dan kedaulatan wilayah,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Kepulauan Riau untuk berperan aktif mendeteksi dan mencegah pelanggaran, termasuk mengawasi aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA dan segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

“Kodaeral IV sebagai Garda Samudra akan terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan wilayah maritim dan perbatasan,” tutur Berkat.

Exit mobile version