Pemerintah Kota Batam fasilitasi pendaftaran HKI secara langsung demi masa depan pelaku ekonomi kreatif yang lebih aman dan berdaya saing
Meta description:
Pemerintah Kota Batam memfasilitasi daftar hak paten gratis untuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Program ini bantu lindungi karya dan tingkatkan daya saing lokal.
Daftar Hak Paten Gratis menjadi angin segar bagi pelaku ekonomi kreatif di Batam. Pada Selasa, 22 Juli 2025, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi hasil karya warga dengan menggelar layanan langsung pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Auditorium Mega Mall Batam Centre.
Dengan menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, kegiatan ini melanjutkan program strategis yang telah dimulai sejak 15 Juli lalu. Tujuannya sangat mulia: memberikan akses pendaftaran hak cipta dan merek dagang secara gratis kepada para pelaku UMKM, perajin lokal, penggiat ekraf, dan komunitas wastra.
Sejak pagi, para peserta berdatangan. Mereka membawa harapan—agar karya yang selama ini mereka hasilkan dengan jerih payah, akhirnya memiliki perlindungan hukum yang sah.
Dalam pembukaan acara, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kepri, Edison Manik, menyampaikan sambutan penuh semangat.
“Legalitas adalah langkah awal menuju keberlanjutan. Kekayaan intelektual bukan hanya soal hukum, tapi juga menyangkut masa depan usaha, reputasi, dan nilai tambah ekonomi,” ujar Edison.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, khususnya Disbudpar, atas kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan publik inklusif, khususnya di sektor ekonomi kreatif.
Perlindungan Karya, Langkah Awal Menuju Kemandirian
Layanan pendaftaran HKI yang disediakan mencakup berbagai jenis kekayaan intelektual, mulai dari merek dagang, hak cipta, hingga desain industri. Tim teknis dari Kemenkumham Kepri hadir langsung untuk mendampingi peserta dalam proses pengajuan dokumen.
Hasilnya tidak mengecewakan. Di hari pertama saja, tercatat 24 permohonan merek dan satu permohonan hak cipta telah berhasil diproses.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, dengan tulus menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap karya anak bangsa yang lahir di Batam punya perlindungan hukum. Dengan legalitas, pelaku usaha tidak hanya terlindungi, tapi juga lebih percaya diri untuk memasarkan produk mereka, baik secara nasional maupun internasional,” ungkap Ardiwinata.
Ia juga berterima kasih atas sinergi dan komitmen Kantor Wilayah Kemenkum Kepri yang selama ini aktif mendampingi pelaku usaha lokal.
Lebih dari Sekadar Acara, Ini Gerakan Bersama
Suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya pameran produk ekonomi kreatif. Para pelaku usaha lokal memamerkan hasil karya terbaik mereka, mulai dari fashion, kriya, makanan olahan, hingga seni budaya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa Batam menyimpan potensi besar dalam industri kreatif—potensi yang layak untuk dilindungi dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Pihak Kemenkum Kepri pun menegaskan bahwa program semacam ini tidak akan berhenti di sini. Mereka berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bagian dari strategi nasional pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual.
Batam pun diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain, dalam membangun budaya sadar hukum di kalangan pelaku usaha mikro dan kreatif.
Menjaga Karya, Menjaga Masa Depan
Lewat kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam mengajak semua pelaku usaha untuk menjadikan pendaftaran HKI sebagai investasi jangka panjang. Legalitas bukan hanya formalitas, tapi fondasi penting untuk membangun usaha yang tahan banting di tengah persaingan global.
“Kita tidak hanya mencetak wirausaha kreatif, tapi juga wirausaha yang berdaulat atas karyanya,” tegas Edison Manik menutup sambutannya.
Sebagai penutup acara, panitia menyerahkan sertifikat hak cipta secara simbolis. Suasana haru terasa ketika pembawa acara melantunkan pantun penuh harapan, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat untuk memajukan ekonomi kreatif Kota Batam—lebih terlindungi, lebih berdaya saing.
