Kader Posyandu di Biak aktif ikut mencegah stunting

BATAMCLICK.COM : Pemerintah Kabupaten Biak Numfor Papua melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengatakan, kader Posyandu di berbagai kampung daerahnya sangat aktif melakukan layanan pemeriksaan kesehatan bagi anak balita, dalam rangka mencegah stunting dan pemberian imunisasi polio.

“Setiap Posyandu rutin setiap bulan menyediakan layanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan asupan gizi bagi anak sebagai tindakan dini mencegah stunting,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Biak Rachmat Parlindungan di Biak, Minggu.

Ia menjelaskan, layanan pemberian asupan gizi anak di kampung itu dengan menyediakan pangan lokal untuk pencegahan stunting.

BACA JUGA:   Dapat Hadiah Nikah Dua Plastik Gepokan Duit, Atta Halilintar Syok

Diakuinya, mencegah stunting adalah program strategis pemerintah daerah dilakukan bersama-sama melalui delapan aksi konvergensi.

Dari hasil rembuk stunting, lanjut dia, semua organisasi perangkat daerah, BUMN/BUMD, lembaga keagamaan, dewan adat, organisasi non pemerintah, kader Posyandu hingga satuan TNI/Polri harus berperan aktif ikut mencegah stunting.

“Kami berharap para orang tua untuk rutin membawa anak balita ke Posyandu guna mencegah stunting,” katanya.

Dia menjelaskan, pada 2024 terdapat 24 ribu lebih balita untuk mendapatkan asupan gizi dan pemeriksaan Kesehatan di Posyandu.

Salah satu Kader Posyandu Anggraisi Distrik Biak Kota Frida Wombrisau mengaku, layanan Posyandu setiap bulan melakukan pemeriksaan kesehatan balita serta pemberitaan makanan.

BACA JUGA:   Kala Marlin Merangkul Warga, Merangkai Pulau-pulau di Belakangpadang¬†

Frida menyebut, pemeriksaan kesehatan balita dan anak pada bulan Juni di Posyandu Anggraisi sebanyak 39 balita dan anak.

“Pemeriksaan kesehatan anak di Posyandu Anggraisi dilakukan rutin satu bulan sekali dengan melibatkan Puskesmas Paray. Ya, inilah komitmen kader Posyandu untuk mengatasi stunting anak,” ujarnya.

Berdasarkan data kasus stunting anak di Biak Numfor pada 2023 sebesar 6,11 persen atau sekitar 485 anak

Sumber : Antara