Ponpes Tagih Kemenag jadi Leading Sector Tangani Corona

Batamclick.com: Juru Bicara Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Nihayatul Wafiroh menagih peran Kementerian Agama (Kemenag) sebagai leading sector dalam menangani penularan virus corona di kawasan pondok pesantren.

Peranan Kemenag dinilai sangat urgen dalam upaya meminimalisir laju penyebaran Covid-19, mengingat ponpes sebagai sebuah entitas yang rawan terpapar virus ini.

“Dukungan dari semua pihak itu yang penting, salah satunya dari kementerian, termasuk kementerian agama yang seharusnya menjadi leading sektor penanganan Covid-19 di pesantren, ini perlu kita evaluasi bersama,” kata Nihaya dalam Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020 yang disiarkan secara daring, Rabu (21/10).

Nihaya meminta agar Kemenag dan Kementerian Kesehatan berkolaborasi dalam memberikan akses fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga ponpes ke depannya dapat mengembangkan fasilitas yang juga bertujuan untuk melatih pola penanganan kesehatan bagi para santri.

Selain kedua kementerian itu, Nihaya meminta sesama ponpes untuk saling bekerjasama, sebab menurutnya sesama ponpes lah yang paling paham bagaimana situasi dan kondisi yang ideal untuk keberlanjutan santri.

BACA JUGA:   Viral Tetangga Ribut Saling Ledek: Kita Bangun Rumah Dia yang Panas

“Perlu kita dorong bersama sehingga nanti ponpes memiliki klinik pusat dan kesehatan, sehingga bisa menjadi akses ketika mereka sakit,” kata dia.

Kemudian, ia juga meminta dukungan akses jaringan komunikasi, sebab sejauh ini ponpes menurutnya terkendala akses informasi dan pelaporan kepada pemerintah.

“Jaringan komunikasi perlu dibantu. Banyak pesantren kadangkala harus menutup diri ketika terkena Covid-19, karena ini kaitannya dengan serangan media yang luar biasa,” ujar Nihaya.

Lebih lanjut, Nihaya juga memaparkan kondisi terkini santri di ponpes yang dinaunginya. Menurutnya hampir keseluruhan santri terpantau dalam kondisi sehat. Mengingat pada awal September lalu, sebanyak 6.000 santri di ponpesnya dikarantina usai setidaknya 622 santri terpapar Covid-19.

BACA JUGA:   Geger Guru Hina Kado dari Murid: Ini Harganya Cuma Rp 50 Ribu

“Kondisi sekarang alhamdulillah santri luar biasa, mereka sembuh. Jadi dari ratusan santri yang kita isolasi, kita menerapkan isolasi total 6.000 santri benar-benar tidak bisa keluar masuk,” ujarnya.

Nihaya juga menambahkan beberapa ustadz dan staf pengajar di ponpes Darussalam juga telah dinyatakan negatif virus corona. Selanjutnya, ia menganggap secuil hal positif dari musibah pandemi ini sebagai sebuah terobosan baru untuk menerapkan kehidupan yang lebih sehat di lingkungan ponpes.

“Saat ini santri diharuskan bisa cek suhu masing-masing kawannya,” kata dia.

Masih di tempat yang sama, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyebut pihaknya sejauh ini telah berupaya mendukung penanganan Covid-19 di setiap ponpes, salah satunya dengan menggelontorkan sejumlah dana yang tujuannya untuk membantu meringankan beban pesantren saat menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA:   Perbedaan Anak Cerdas dan Anak Nakal, Orangtua Wajib Paham

“Menghadapi situasi ini, Kemenag melalui direktorat pendidikan diniyah dan ponpes telah berikhtiar membantu meringankan beban ponpes melalui bantuan operasional ponpes 2,4 triliun. Jumlah ini tentu tidak seberapa dibanding kontribusi pesantren memberikan pengajaran kepada para santri dan masyarakat,” terangnya.

Kendati demikian, Zainut tidak merespons secara detail permintaan Nihaya terkait Kemenag yang diminta pasang badan sebagai leading sector dan pemenuhan faskes, serta jaringan komunikasi.

Zainut pun berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi ini dengan baik, dengan diiringi upaya yang maksimal dalam mengatasi pandemi ini secara bersama-sama, salah satunya patuh terhadap protokol kesehatan 3M, yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Saya yakin jika santri dan keluarga besar pesantren mampu melampaui pandemi ini dengan baik, InsyaAllah negara kita juga akan sehat dan kuat,” pungkasnya