Jalan Terbangun, Petani Kalinusu Brebes Ucapkan Terima Kasih Kepada TNI


Brebes – Petani Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terutama yang mempunyai sawah di sepanjang jalan yang sudah dibangun oleh satgas TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih dengan selesainya jalan tersebut sehingga membuat semangat menjadi berlipat karena mempermudah semua aktivitas pertanian.

Mungkin inilah garis besar dari ungkapan rasa syukur atas hasil gelaran TMMD di desa mereka. Sebelumnya warga Kedung Kandri tidak mempunyai akses jalan, hanya jalan setapak dan pematang sawah di tengah areal persawahan yang menjadi andalan.

Bahkan jalan setapak tersebut tidak bisa dilalui sepeda motor. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi petani dalam melakukan aktivitas pertanian dan lainnya.

Namun sekarang, penderitaan yang telah terjadi puluhan tahun tersebut pupus akibat pemerintah bersama TNI menggelar program TMMD di desa mereka. Dimana sasaran infrastruktur itu juga dilengkapi pembangunan sebuah gorong-gorong, talud di kanan-kiri jalan, 3 plat duiker, yang didanai APBD Fisik Provinsi senilai Rp. 195 juta dan APBD Fisik Kabupaten Rp. 900 juta.

Selain digunakan untuk aktivitas pertanian, jalan sepanjang 2,2 kilometer tersebut menjadi akses utama untuk kesehatan, ekonomi hingga pendidikan, khususnya bagi warga Dusun Kedung Kandri yang terbebas dari keterisoliran.

Warsito (54), seorang petani padi asal Dusun Kedung Kandri RT/RW. 01, Kalinusu, menyatakan bahwa rampungnya pembuatan jalan menjadi sebuah awal untuk meringankan biaya produksi pertanian dan mampu meningkatkan hasil produksi.

“Selama ini saya mengeluarkan biaya lebih untuk pengangkutan masa tanam dan pada saat panen, karena saya harus menyewa kuli panggul untuk membawa panen. Namun sekarang cukup dengan motor, saya bisa angkut padi. Ini anugrah,” ungkapnya, Rabu (21/10/2020).

Selain itu dia menceritakan bahwa para penyuluh pertanian, sebelumnya hanya bisa datang 2 sampai 3 kali dalam sebulan, namun setelah jalan ini jadi para penyuluh bisa datang hingga 6 kali dalam sebulan.

“Alhamdulillah para penyuluh pertanian sering datang kesini untuk meninjau hasil tani kami, kita juga dapat berkonsultasi ke mereka sesering mungkin tanpa harus menunggu lama,” tandasnya. (Rus/Aan)