DATIN BATAM Integrasikan Data Kependudukan, Dukung Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Batamclick.com,
Pemerintah Kota Batam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data melalui DATIN BATAM (Data Integrasi Kependudukan Kota Batam). Platform ini mengintegrasikan data kependudukan lintas sektor berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendukung perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan, hingga pelayanan publik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Adisthy, mengatakan DATIN BATAM dikembangkan untuk menghadirkan pengelolaan data kependudukan yang lebih terintegrasi, aman, dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemerintahan.

“DATIN BATAM hadir sebagai platform integrasi data kependudukan lintas sektoral berbasis NIK, dengan arsitektur data yang aman dan berstandar SMKI atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” jelasnya, Senin (21/9).

Dalam dashboard DATIN BATAM, jumlah penduduk Kota Batam tercatat sebanyak 1.412.810 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 714.793 laki-laki dan 698.017 perempuan. Sistem itu juga mencatat 508.397 kepala keluarga yang tersebar di 12 kecamatan dan 64 kelurahan.

Data kependudukan tersebut disajikan melalui dashboard yang memungkinkan pemerintah memantau kondisi dan sebaran penduduk berdasarkan wilayah. Rekapitulasi jumlah penduduk di setiap kecamatan juga dapat menjadi gambaran dalam menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan.

Adisthy mengatakan, integrasi data menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, data kependudukan tidak hanya menjadi basis administrasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.

“Dengan integrasi data yang lebih baik, DATIN BATAM diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan Kota Batam yang lebih presisi, sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih tepat sasaran. Tentunya sejalan dengan program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Candra,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan DATIN BATAM juga menjawab kebutuhan pemerintah daerah terhadap data yang lebih terstruktur dan terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Melalui sistem tersebut, pemanfaatan data diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Informasi kependudukan dapat menjadi rujukan bersama dalam mendukung berbagai program pemerintah sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Selain integrasi, aspek keamanan informasi menjadi perhatian dalam pengembangan DATIN BATAM. Platform ini mengusung prinsip satu data kependudukan, integrasi lintas sektor, keamanan informasi berstandar SMKI, serta pemanfaatan data untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Harapannya, data kependudukan yang terintegrasi ini dapat semakin optimal dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Adisthy.

Sumber, Batam Pos

Exit mobile version