Jadi Warisan Budaya Tahunan Kota Batam
BATAMCLICK.COM: Lomba Mancing Batam bukan sekadar soal kail, umpan, dan ikan. Di Kampung Teluk Mata Ikan, Nongsa, masyarakat menaruh harapan besar agar tradisi Mancing Ngarong tak tenggelam bersama waktu. Tahun ini, harapan itu terjawab. Pemerintah Kota Batam resmi memasukkan Mancing Ngarong dalam kalender pariwisata tahunan.
Wali Kota Batam Amsakar Ahmad hadir langsung di tengah masyarakat Teluk Mata Ikan pada Minggu pagi. Di sana, ia menyatakan komitmennya menjadikan Lomba Mancing Ngarong sebagai agenda resmi Kota Batam, sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya Melayu yang sempat terlupakan.
“Saya harapkan tahun depan Mancing Ngarong sudah masuk dalam kalender event kepariwisataan Batam,” ujar Amsakar dengan semangat yang tak menggebu-gebu.
Jangan Sekedar Lomba
Ia tak ingin Mancing Ngarong sekadar menjadi lomba lokal. Amsakar mendorong agar mengemas kegiatan ini dengan lebih rapi, lebih profesional. Sehingga mampu menarik minat peserta dari seluruh Kepulauan Riau bahkan dari mancanegara, termasuk negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
“Kalau sudah masuk kalender event, maka sajiannya tidak boleh biasa. Tahun ini sudah lumayan baik. Tahun depan harus jauh lebih matang lagi,” katanya sambil menatap ke arah laut, seolah ingin menangkap masa depan dari gelombang yang datang silih berganti.
Menurut Amsakar, jika suatu kegiatan sudah masuk kalender resmi namun skala dan kualitasnya belum maksimal, maka hanya akan jadi cerita lalu saja di telinga wisatawan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengorganisasian yang profesional. Mulai dari promosi lewat media sosial, keterlibatan influencer, hingga peliputan yang luas agar Mancing Ngarong tersebar hingga ke seluruh Indonesia.
Dua Warisan Budaya yang Pantas Mendunia
Di kawasan Teluk Mata Ikan sendiri, masyarakat memiliki dua warisan budaya yang sangat populer: Mancing Ngarong dan Perahu Jong. Tradisi Perahu Jong sudah lebih dahulu masuk dalam kalender event pariwisata, tinggal Mancing Ngarong yang masih menunggu waktu. Dan kini, waktu itu telah tiba.
“Saya minta Dinas Pariwisata segera mempersiapkan Mancing Ngarong agar masuk kalender wisata tahunan Batam,” tegas Amsakar.
Tahun ini, Lomba Mancing Ngarong untuk kelima kalinya. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama masyarakat Teluk Mata Ikan dengan Lanud Hang Nadim serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam. Sebanyak 130 peserta, pria dan wanita, turun langsung memancing dengan cara khas Melayu.
Mancing Dengan Tubuh Tenggelam
Mereka berjalan kaki ke arah laut sejauh satu kilometer dari bibir pantai, menantang ombak dan terik matahari. Dalam dua jam, mereka melempar joran bambu sepanjang tiga hingga empat meter, dengan umpan cacing laut yang menggeliat di ujung mata pancing.
Dalam menentukan kemenangan bukan hanya dari jumlah ikan, tetapi juga dari bobot dan ukuran. Semakin besar dan banyak tangkapan, semakin besar pula peluang untuk menjadi juara.
