Karena Takut dihukum Mati 2 Pasangan Lesbian Arab Saudi Kabur ke Inggris

BATAMCLICK.COM – Dua wanita asal Arab Saudi akhirnya membuka suara terkait dengan orientasi seksual mereka kepada publik. Melalui sebuah siaran berbahasa Arab dari stasiun televisi Jerman, DW, kedua wanita ini bahkan bercerita bagaimana perjalanan mereka sebagai Pasangan Lesbian yang melarikan diri dari tanah kelahiran mereka. Laman Mirror pada Kamis (20/2) menuliskan bagaimana kedua perempuan ini terpaksa merahasiakan hubungan asmara mereka saat masih berada di Arab Saudi. Dalam pengakuannya, Fad dan Nanz (nama alias) menuturkan bahwa ketakutan akan dihukum mati adalah alasan utama yang membuat mereka kabur ke London, Inggris. Seperti diketahui, di negara asal Fad dan Nanz, hubungan sejenis seperti lesbian atau homoseksual memang dianggap ilegal. Para pelakunya pun bisa diadili dan diancam dengan hukuman mati.Namun, kepada pembawa acara ‘Jaafar Talk’, kedua sejoli ini akhirnya berani mengungkapkan cinta mereka selama edisi spesial hari Kasih Sayang atau Valentine.Pasangan ini bercerita bahwa mereka akhirnya jatuh cinta setelah bertemu di aplikasi pesan foto, Snapchat. Namun, mereka juga menjelaskan bahwa hubungan asmara tersebut akhirnya terbongkar saat Nanz mulai dicurigai keluarganya. Kecurigaan tersebut tidak lain adalah karena Nanz selalu menolak semua pria yang dijodohkan untuknya.Nanz dan kekasihnya akhirnya bisa meninggalkan Arab Saudi ketika larangan bepergian untuk wanita dicabut pada Agustus 2018 lalu. Kedua wanita ini pun berhasil terbang ke Inggris setelah mendapatkan suaka. Namun, ketika pasangan ini benar-benar terbuka tentang hubungan mereka di media sosial, keluarga Nanz langsung memutus semua hubungan dengannya.Meski begitu, Fad dan Nanz mengaku merasa sangat bahagia hingga menyatakan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan baru.Sesi wawancara dengan Pasangan Lesbian Arab Saudi ini pun langsung mendapat perhatian besar dari warganet. Berbagai komentar pro hingga kontra pun bermunculan di platform media sosial.”Setiap orang harus bebas melakukan apa yang mereka inginkan,” ucap seorang pengguna internet, AysarIraq.”Tubuh dan emosi mereka bukan urusan kita. Mereka bisa menikmati kebebasan yang diberikan kepada mereka dengan deklarasi universal hak asasi manusia berkat negara-negara beradab memberi mereka perlindungan,” tulis Tangiroustom.”Pada akhirnya, ini adalah pilihan mereka, tetapi mengapa mereka harus ada di TV? Aku pikir itu tidak perlu,” tambah Mays9325.[]

Sumber:akurat.com