Kisah Ketika Rasulullah Meringankan Siksa Kubur dengan Pelepah Kurma

BATAMCLICK.COM : Sebagai orang yang beriman, kita harus yakin bahwa setelah mati, perjalanan masih panjang hingga sampai ke akhirat yang abadi. Untuk menuju ke keabadian itu, setiap manusia akan terlebih dahulu melalui alam kubur hingga kelak dibangkitkan kembali ketika hari kiamat tiba.

Di alam kubur itulah setiap manusia akan mulai mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia. Mereka yang memiliki amal baik akan mendapat kelapangan di alam kubur sedangkan mereka yang beramal buruk akan mendapatkan siksa.

Siksa Kubur tersebut sangat benar adanya karena banyak hadis yang meriwayatkan tentangnya. Dari Aisyah ra, Rasulullah saw pernah bersabda, “Wahai manusia, berlindunglah kalian dari azab (siksa) kubur, sesungguhnya azab kubur itu benar adanya.” (HR. Ahmad)

Kemudian dalam kesempatan lain dari Ummu Mubasyir ra, Rasulullah saw pernah bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari azab kubur!” Aisyah kemudian berkata, “Wahai Rasulullah apakah mereka akan di azab di kubur mereka?” Rasulullah menjawab, “Ya, dengan azab yang bisa didengar oleh binatang.” (HR. Ahmad)

Sementara dalam hadis yang lebih populer adalah kisah ketika Nabi Muhammad saw menancapkan Pelepah Kurma untuk meringankan Siksa Kubur yang dialami dua orang yang berbeda.

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, Nabi saw pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau berkata; “Kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena dosa besar melainkan karena dia tidak menyucikan diri dari kencingnya, sedangkan yang lain karena suka mengadu domba.”

Kemudian beliau mengambil Pelepah Kurma basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Masing-masing ditancapkannya di dua kuburan tersebut.

Para sahabat lantas bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu?” Beliau bersabda, “Semoga diringankan Siksa Kubur keduanya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (HR. Bukhari)

Menurut para ulama, Nabi Muhammad saw ketika itu mendoakan kedua ahli kubur yang tengah disiksa itu. Adapun Pelepah Kurma yang masih basah dimaksudkan sebagai batas siksaan yang akan diterima dua ahli kubur itu.

Terlepas dari itu semua, semoga kita selalu dijauhkan dari Siksa Kubur dan kita yang masih hidup sebaiknya senantiasa mendoakan mereka khususnya untuk para orang tua yang sudah tiada.

Sebab, Doa seorang anak kepada orang tuanya meskipun sudah meninggal akan terus menerus mengalir.

Wallahu a’lam. []

Sumber : akurat.co