Djarot Anggap Kesombongan Ahok Menurun Usai Keluar Penjara

BATAMCLICK.COM : Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut penjara jadi tempat yang membuat sosok Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi lebih baik. Rutan Mako Brimob, Depok, kata Djarot, membuat kesombongan Ahok juga sudah berkurang.

Hal ini diungkapkan Djarot saat hadir dalam acara peluncuran buku ‘Panggil Saya BTP’ di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/2). Djarot yang duduk di barisan peserta diskusi diberi kesempatan menyampaikan kesan-kesannya soal Ahok.

“Kita bisa ambil hikmah, dia bisa berkontemplasi sendiri dan akhirnya musibah jadi berkah. Dia semakin dewasa, makin bijak, dan kesombongannya sudah turun,” ujar Djarot yang disambut tawa pengunjung yang hadir.

Djarot pun menceritakan bagaimana marah dan kecewanya Ahok saat pertama kali divonis bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dibui selama dua tahun dan dimasukkan ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Usai vonis, sore harinya Ahok kemudian dieksekusi ke Rutan Cipinang. Para pendukung Ahok yang tidak terima atas vonis hakim kemudian menggelar aksi demonstrasi di depan Rutan Cipinang.

“Ketika masuk Cipinang itu kan banyak demo, mau ngerobohin gerbang (Rutan) Cipinang. Saya bilang ke Ahok, ‘Mas, ini banyak orang demo, supaya sampeyan dikeluarkan dari Cipinang,'” kata Djarot menirukan percakapannya dengan Ahok saat itu.

“(Lalu dijawab Ahok) ‘Biarin aja, biar roboh sekalian, biar dibakar sekalian.’ Beliau benar-benar kecewa. Saya juga marah dan kaget dengan peristiwa itu,” lanjutnya.

Djarot menambahkan, saat itu ia meminta para pendukung Ahok yang berdemonstrasi untuk membubarkan diri, lantaran demonstrasi tersebut takut disusupi dan berakhir ricuh. Namun, beberapa orang diminta untuk bertahan di Cipinang hingga malam.

“Saya bilang, jangan semua pulang, bertahan, supaya Ahok harus keluar dari Cipinang. Kalau di Cipinang, bahaya dia,” jelasnya.

Bahaya yang dimaksud oleh Djarot lantaran selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok kerap memenjarakan mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang tersangkut masalah hukum. Djarot pun baru mengetahui para bekas PNS bermasalah itu ditahan di Rutan Cipinang, dan ia khawatir mereka akan balas dendam ke Ahok.

“Makanya setelah itu (Ahok) dipindah ke Mako (Rutan Mako Brimob, Depok), lega kita,” tuturnya.

Jadi Tempat Curhat Ahok Cari Calon Istri

Ahok dan Djarot diketahui sudah bersahabat sejak Ahok menjabat sebagai Gubernur dan Djarot menjadi wakilnya. Menurut dia Ahok juga tak sungkan menceritakan masalahnya ke Djarot.

Salah satu curhatannya kata Djarot, yakni soal pencarian calon istri baru selepas Ahok bercerai dengan mantan istrinya, Veronica Tan. Djarot pun tak segan menyampaikan kiat-kiatnya kepada Ahok untuk mencari calon istri.

“Kalau saya nyari istri orang Jawa, kalau bisa Jawa Timur. Biasanya orang Jatim terbuka. Kedua tahan. Pak Ahok kan suka marah-marah, jadi pas marah dia tahan,” ujar Djarot disambut riuh tawa pengunjung.

“Kemudian, kalau saya, saudaranya jangan banyak-banyak, dua aja. Terus jangan terlampau kaya. Susah diajak berjuang dari bawah, gampang ngeluh. Saya tidak tahu itu akhirnya jadi kriteria,” lanjutnya.

Selepas bercerai dari Veronica Tan, Ahok memutuskan untuk menikah dengan Puput Nastiti Devi. Puput diketahui merupakan mantan Polwan pengawal Veronica.

Keduanya memutuskan menikah pada 25 Januari 2019 atau sehari setelah Ahok keluar dari penjara. Pada 6 Januari 2020, Puput melahirkan putra pertamanya dengan Ahok yang diberi nama Yosafat Abimanyu Purnama. (dmi/ain)

Sumber : CNN Indonesia