Peraturan Menteri Keuangan Bikin Pedagang Online dan Ekspedisi Gulung Tikar


Dari illustrasi (gambar di atas) yang dipaparkan oleh Bea dan Cukai saat sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.04/2019 di Batam. Barang seharga 4 dollar (Rp.60 ribu rupiah) total biaya yang harus dikeluarkan menjadi Rp.426.000.

BATAMCLICK.COM: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah menetapkan ketentuan impor terbaru terkait barang kiriman yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.04/2019.

Dalam ketentuan tersebut, nantinya pengiriman barang bebas pajak dari Kota Batam yang sebelumnya sebesar 75 USD akan menjadi 3 USD per kiriman. Hal tersebut jelas meresahkan para pengusaha ekspedisi di Kota Batam.


BACA JUGA:


Pengusaha Jasa Ekspedisi Kota Batam, Saugi Sahab mengatakan, pemberlakuan ketentuan baru yang direncanakan akan mulai bergulir pada, Kamis (30/1/2020) ini akan mengancam semua pengusaha jasa ekspedisi.

“Beberapa hari yang lalu kami juga sudah di undang sosialisasi dari Bea dan Cukai Batam, dan ini jelas akan membuat kami para pengusaha gulung tikar,” kata Saugi, Rabu (15/1/2020).

Ia menjelaskan, prediksi gulung tikar tersebut sudah jelas karena angka pengiriman barang bebas pajak dari Kota Batam yang sebelumnya sebesar 75 USD menjadi 3 USD sangat jauh dari yang diharapkan.

Dari illustrasi yang dipaparkan oleh Bea dan Cukai saat sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.04/2019. Barang seharga 4 dollar (Rp.60 ribu rupiah) total biaya yang harus dikeluarkan menjadi Rp.426.000.

“Seharusnya dari 75 USD turunnya ke 60 USD atau 50 USD, itu pun harus bertahap. Kalau memang nanti sekaligus langsung turun ke 3 USD, tidak ada lagi keistimewaan di Kota Batam. Masa cuman ngirim barang seharga Rp 45 ribu kena pajak,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, dirinya beserta pengusaha ekspedisi Kota Batam lainnya menegaskan menolak ketentuan kiriman barang bebas pajak sebesar 3 USD tersebut.

“Saya selaku pengusaha ekspedisi merasa keberatan karena Batam selain sudah tidak ada lagi istimewanya, tidak menguntungkan juga pedagang kecil dan ekspedisi. Kami minta ketentuan itu tidak jadi diberlakukan,” ujarnya.

Sampai dengan berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Bea dan Cukai Batam terkait penerapan barang bebas pajak sebesar 3 USD tersebut.(lis)