Trump Dukung Warga Iran Pake Bahasa Persia


Teheran – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung demonstrasi yang dilakukan rakyat Iran. Dukungan itu disampaikan Trump lewat akun Twitter-nya, @realDonaldTrump.

Ada dua cuitan yang dibuat Trump terkait dukungan terhadap protes rakyat Iran. Satu dibuat menggunakan bahasa Inggris, satu lainnya dibuat memakai aksara Persia.

“Kepada orang-orang Iran yang pemberani dan menderita: Saya telah mendukung Anda sejak awal kepresidenan saya dan pemerintah saya akan terus mendukung Anda. Kami mengikuti protes Anda dengan cermat. Keberanianmu menginspirasi,” tulis Trump seperti dilihat, Minggu (12/1/2020).

Cuitan menggunakan aksara Persia mendapatkan respons berupa komentar, retweet, maupun suka. Trump lalu membuat cuitan lain yang meminta pemerintah Iran mengizinkan kelompok hak asasi manusia memantau demo untuk menjamin keselamatan para pendemo.

“Pemerintah Iran harus mengizinkan kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk memantau dan melaporkan fakta-fakta dari lapangan mengenai protes yang sedang berlangsung oleh rakyat Iran. Tidak akan ada lagi pembantaian demonstran damai, atau penghentian internet. Dunia menyaksikan,” cuit Trump.

Seperti dilansir AFP, Minggu (12/1/2020), ratusan mahasiswa berkumpul di kampus yang berada di pusat kota Teheran, Iran, untuk memberi penghormatan kepada 176 korban pesawat Ukraina yang jatuh ditembak. Para mahasiswa juga meneriakkan slogan-slogan untuk mengkritik atas penembakan tersebut.,

Kantor berita Fars melaporkan polisi Iran membubarkan aksi tersebut ketika demonstrasi berubah menjadi kemarahan. Para siswa meneriakkan slogan-slogan yang mengecam “pembohong” dan menuntut pengunduran diri dan penuntutan dari mereka yang bertanggung jawab untuk menjatuhkan pesawat dan diduga menutupi tindakan kecelakaan.

Kantor berita Fars mengatakan para mahasiswa yang memprotes meneriakkan slogan-slogan “destruktif” dan “radikal”. Dilaporkan Fars, beberapa siswa merobek poster Qasem Soleimani, jenderal Iran yang terbunuh pada 3 Januari dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS ke Baghdad.

Fars menerbitkan foto-foto para demonstran yang berkumpul di sekitar cincin lilin selama penghormatan dan gambar poster robek bertuliskan gambar Soleimani yang tersenyum.

Polisi “membubarkan” mahasiswa ketika mereka meninggalkan universitas dan memblokir jalan-jalan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dalam langkah yang sangat tidak biasa, televisi pemerintah menyebutkan protes itu, melaporkan bahwa para siswa meneriakkan slogan-slogan “anti-rezim”.

Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa Ukraine International Airlines Boeing 737 “tidak sengaja” ditembak jatuh pada hari Rabu segera setelah lepas landas dari bandara utama Teheran. Semua 176 orang di pesawat tewas, kebanyakan dari Iran dan Kanada, banyak dari mereka adalah mahasiswa.

Pengakuan Iran pada hari Sabtu (11/1) bahwa pesawat itu ditembak jatuh karena kesalahan datang setelah para pejabat berhari-hari dengan tegas menyangkal klaim Barat bahwa pesawat itu terkena rudal.

Komandan dirgantara Pengawal Revolusi Iran menerima tanggung jawab penuh. Tetapi Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan operator rudal itu bertindak secara independen, menembak jatuh Boeing 737 setelah mengira itu sebagai “rudal jelajah”.