Polres Karimun Musnahkan 5,1 Kilo Daun Ganja Kering, Peredaran Barang Haram Dikendalikan Oleh Penghuni Lapas Batam

Polres Karimun bersama FKPD dan tokoh masyarakat memsunahkan 5,1 kilogram daun ganja kering, Rabu (7/1) di Halaman Mapolres Karimun

BATAMCLICK.COM – Polres Karimun memusnahkan barang bukti narkotika jenis daun ganja kering seberat 5,1 Kilogram, Rabu (8/1) di halaman Mapolres Karimun.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan setelah pengungkapan kasus pada akhir Desember 2019 kemarin, dimana Satresnarkoba Polres Karimun berhasil membekuk seorang pria bernama WH alias Gelap (34), di kediamannya tepatnya di RT 005 RW 003 Bukit Senang Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun.


BACA JUGA:

Wakapolres Karimun, Kompol M Chaidir dalam keterangan resminya menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan WH sebanyak 5,386,23 gram. 196,39 gram diantaranya dibawa ke labforensik cabang Medan, dan sisanya 5,189,84 dimusnahkan.

“Pemusnahan barang bukti 5,1 kilo daun ganja kering ini disaksikan langsung oleh tersangka inisial WH alias Gelap. Turut hadir juga tokoh masyarkat, unsur FKPD lainnya,” kata Chaidir.

Dikatakan Chaidir, kasus tersebut masih dilakukan pengembangan oleh Satresnarkoba Polres Karimun atas keterlibatan orang lain.

Disebutkan, daun ganja kering itu diperoleh dari seseorang yang merupakan orang suruhan dari bos WH, yang diambil di sektiar Batu Lipai Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral. Ternyata narkoba tersebut disebut-sebut dikendalikan oleh seorang penghuni lapas Batam bernama M.

“Saat kita introgasi terhadap M ini, dia justru tidak mau memberikan keterangan kepada kita, tidak mau di BAP, alasannya karena dia tidak kenal kepada tersangka WH alias Gelap. Tapi tersangka WH mengaku dapat daun ganja kering ini dari M, melalui perantara orang suruhan M. Kasus ini masih terus kita dalami,” terang Chaidir lagi.

WH mengaku menjual barang haram tersebut per satu linting seharga Rp50 ribu.

Atas perbuatannya, WH alias Gelap dikenakan pasal 114 ayat 1 dan 2, subsider pasal 112 ayat 1, pasal 111 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara, atau hukuman seumur hidup. Serta pidana denda Rp800 juta sampai dengan Rp8 Miliar.(gan)