NEWS VIDEO : Forum CEO Media Ciber Kepri Datangan Dewan Pers dan Praktisi Hukum Gelar Diskusi Publik “Delik Pers di Era Digital”


BATAMCLICK.COM, BATAM – Wakil Dewan Pers Hendry CH Bangun mendorong media yang ada di Indonesia, baik media cetak, elektronik dan online terdaftar di Dewan Pers. 

Demikian disampaikan Hendry CH Bangun saat tampil sebagai moderator dalam Diskusi Publik “Delik Pers di Era Digital” yang ditaja Forum CEO Media Ciber Kepulauan Riau di Hotel PIH Batam, Selasa (10/12/2019).


BACA JUGA:

Selain Hendry CH Bangun, praktisi hukum dan juga advokat di Kota Batam, Kaspol Jihad SH, MH juga tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik ini. 

Hendry mengatakan, tidak sekadar terdaftar, media juga harus terverifikasi administrasi dan faktual. Ini dimaksudkan untuk menghadirkan perusahaan media yang sehat dan menciptakan produk jurnalistik yang berkualitas. 

“Mengapa kita dorong agar terdaftar dan terverifikasi, agar media tersebut menjadi bagian dan ‘keluarga’ Dewan Pers. Minimal dalam menjalankan fungsinya, mematuhi kode etik jurnalistik, dan pedoman media cyber khususnya bagi media online,” ungkap Hendri.

Di awal pemaparannya, wartawan senior Kompas ini mengingatkan agar setiap media harus mematuhi pedoman dasar dan kode etik jurnalistik. “Pers wajib mencantumkan nama dan alamat. Ini kecil tetapi sangat mendasar. Harus ada nama pengelola media, penanggung jawab media, dan alamat perusahaan media,” ujarnya.

Dikatakan, Pers juga wajib memberikan hak jawab dan koreksi. Dalam pemberitaan, hak koreksi penting untuk memberi ruang bagi pihak yang diberitakan memberikan koreksi atas dampak dari berita yang sebelumnya sudah ditayangkan. 

“Hak jawab atau hak koreksi terhadap berita yang sama yang terbit sebelumnya, bisa dengan judul yang baru,” ujarnya. Hendry juga memaparkan beberapa kasus sengketa pers yang ditangani Dewan Pers.







Laman: Page 1 Page 2 Page 3Laman berikutnya