Pernyataan Presiden Tentang Masa Jabatan Ditambah jadi 3 Priode


BATAMCLICK.COM: Pernyataan Presiden Joko (Jokowi) menolah rencana amendemen UUD 45, yang disampaikannya melalui akun instagram, menjadi viral.

Terlebih Jokowi berpandangan ada pihak-pihak yang sengaja hendak menjerumuskannya dan menampar mukanya.

BACA JUGA : 

Berikut status Presiden RI itu di akun instagram…

“Saya tak setuju dengan usul masa jabatan presiden diperpanjang jadi tiga priode. Ulasan itu justru hendak menjerumuskan saya, hendak menampar muka saya,” ungkap orang nomor satu di Indonesia ini.

Sistem demokrasi yang kita terapkan di Indonesia saat ini, telah melampaui ujian dan cobaan. Pemilihan langsung dan pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden, misalnya, adalah hasil reformasi.

Dan saya adalah salah satu produk pemilihan langsung, berdasarkan UUD 45 pasca reformasi itu. Jika tidak ada reformasi, saya dan banyak orang biasa lain tak akan menggapai impian menjadi bupati, walikota, gubernur atau presiden.

Karena itulah saat ada wacana amendemen UUD 45, saya sudah mempertanyakan: Apakah ini tidak akan melebar kemana-mana?

Posisi saya jelas: saya tak setuju dengan usul masa jabatan presiden diperpanjang jadi tiga priode. Ulasan itu justru hendak menjerumuskan saya, hendak menampar muka saya.

Di tengah ketidak pastian global saat ini, saya kira lebih baik tidak ada amendemen konstitusi. Kita konsentrasi saja melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan.

Postingan ini telah dibuat sekitar pukul 17.00 WIB. Selasa 2 November, ribuan oran.

*** Joko Widodo.