Nika Astaga, Ketua IKBSS: Kalau Laporan Polisi Pembantu Asal Palembang Dicabut, Itu Namanya Penggelapan Kasus 


BATAMCLICK.COM,BATAM: Kasus dugaan penganiayaan terhadap Aufal (22) pembantu asal Palembang, Sumatera Selatan, yang diduga dilakukan majikannya sendiri Ve di Perumahan Duta Mas Boeluvard belum ada titik terang, bahkan diakui kasus ini telah ditutup dengan perdamaian dan pencabutan laporan polisi.

Prihal perdamaian dan pencabutan laporan polisi itu, dipaparkan oleh Gandi Hartawan, kuasa hukum PT Ali Umar Barokah, perusahaan penyalur tenaga kerja yang menempatkan Aufa bekerja di rumah Ve.

BACA JUGA : 

“Sudah damai, laporan polisinya juga sudah dicabut,” ungkap Gandi kepada Batamclick.com melalui pesan WA.

Dijelaskannya, perdamaian dan pencabutan laporan polisi itu diprakasai oleh Paguyuban Pagar Alam, paguyuban yang berada di bawah naungan Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS).

Bahkan menurut pengacara ini, Aufa korban yang diduga dianiaya oleh majikannya itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya.

“Sudah dipulangkan, dan semua hak-haknya sudah dibayarkan majikan seperti gaji dan THR,” rincinya.

Sementara itu, Ketua IKBSS Batam, Rizan Nika Astaga SH, MH dengan tegas mengatakan pihaknya tidak pernah diberitahu masalah dugaan penganiayaan pembantu asal Palembang hingga akhirnya berdamai dan cabut laporan polisi.

“Saya baru dapat kabar kemarin dari pengurus IKBSS, itu pun yang bersangkutan mengetahuinya dari berita di media, bukan dari teman-teman di Paguyuban Pagar Alam atau IKBSS,” terang.

Aufal (kiri) pembantu rumah tangga asal Palembang yang diduga dianiaya majikannya hingga babak belur.

Sebagai praktisi hukum dan mantan anggota Polri, Nika merasa malu jika ternyata ada tindak pidana murni yang laporan polisinya bisa dicabut.

“Kalau laporan polisi kasus ini dicabut, itu namanya penggelapan kasus, ini pidana murni bukan delik aduan,” tegasnya.

Sebagai Ketua IKBSS Batam, Nika juga menyatakan tidak pernah diberitahu apalagi terlibat dalam upaya perdamaian dan pencabutan laporan polisi tersebut.

“Tidak pernah tahu dan tidak pernah terlibat. Kalau damai sah-sah saja, tapi harusnya, proses hukum tetap berlanjut,” tegasnya.

Nika mengaku akan mencari tahu apa benar Paguyuban Pagar Alam yang berada di bawah naungan IKBSS turut memprakasai perdamaian dan pencabutan laporan polisi terhadap kasus dugaan penganiayaan pembantu asal Palembang tersebut.

“Harusnya paguyuban melindungi dan memberikan bantuan hukum pada keluarga kita, bukan malah seperti ini, besok-besok adek-adek kita yang lain dengan mudah dilecehkan orang,” tutupnya.

Sementara itu Kapolsek Batam Kota, AKP Resita Octane Guchy saat dikonfirmasi Batamclick.com terkait dugaan perdamaian dan pencabutan laporan polisi atas kasus dugaan penganiayaan pembantu asal Palembang ini, belum memberikan jawaban.

WA yang dilayangkan Batamclick.com dibaca namun tidak dibalas oleh orang nomor satu di Polsek Batam Kota itu.(bos)