Banggar DPRD Batam Pangkas Sejumlah Anggaran Administrasi dan ATK Perkantoran


BATAMCLICK.COM: Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, mengatakan struktur anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2020 ditetapkan dengan komposisi berimbang.

Besaran pengeluaran atau belanja sama dengan penerimaan atau pendapatan daerah.

BACA JUGA : 

Diakuinya, saat ini Banggar telah menerima hasil laporan pembahasan komisi bersama mitra kerjanya.

”Hasilnya memang ada sejumlah pemangkasan yang dilakukan komisi,” jelasnya, Rbau (13/11/2019).

“Beberapa di antaranya juga perlu dilakukan normalisasi atau sinkronisasi apa yang menjadi pertimbangan komisi untuk memotong atau melakukan pemangkasan,” ujarnya lagi

Kamaluddin mengungkapkan, pembahasannya cukup dinamis dan cukup keras.

”Sebagai Banggar tentu kita akan melihat secara detail bagaimana arah anggaran ke depan,” tuturnya.

Ia mengaku, belum bisa menyampaikan secara detail apa saja yang dipangkas di komisi. Namun begitu, politisi NasDem ini menegaskan, pemangkasan dan pengurangan dilakukan khususnya untuk anggaran yang dianggap belum terlalu penting dan tidak menjadi prioritas.

Seperti biaya administrasi perkantoran, alat tulis kantor, dan pos anggaran belanja tak langsung lainnya.

Sementara untuk belanja langsung, yakni pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya, tetap akan diprioritaskan.

”Makanya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam kita akan bahas lagi,” tuturnya.

“Artinya akan ada beberapa kali pembahasan dengan TAPD untuk menyeimbangkan itu. Kalau itu sudah selaras baru kita akan sampaikan,” bebernya lagi.

Disinggung mengenai kemungkinan defisit anggaran Rp 40 miliar di 2020, Kamaluddin menjawab, akan membahas lebih detail termasuk dengan mencoba menaikkan pos pendapatan di beberapa sektor.

”Semangat kita tak ingin ada defisit anggaran. Maka selain memangkas belanja tak urgen, kita naikkan pos pendapatan,” terangnya.(lin)