Tersangka Kasus Narkoba Saksikan Barang Haramnya Dimusnahkan, Polres Karimun Rebus Shabu dan Blender Ekstasi

Wakapolres Karimun, Kompol M Chaidir memusnahkan barang bukti shabu dan pil ekstasi, di Mapolres Karimun, Senin (11/11) disaksikan para tersangka dan FKPD yang hadir

BATAMCLICK.COM: Para tersangka kasus kepemilikan narkoba menyaksikan barang haram miliknya dimusnahkan, dengan cara direbus dan diblender, dalam ekspose yang digelar di Mapolres Karimun, Senin (11/11).

Tersangka yang dimaksud adalah SE (19) warga RT 002 RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun RT , AR (22) warga RT 002 RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, serta FT (29) yang merupakan seorang KKM pada kapal Kapal Putri Anggraini 05 dan berdomisili di Bukit Senang Kelurahan Tanjungbalai Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun.

BACA JUGA : 

Adapun kronologis pengungkapan kasus narkoba tersebut bermula dari diamankannya SE pada 16 Oktober kemarin sekira pukul 19.30 WIB di sebuah kos-kosan Jalan A Yani Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, dengan barang bukti yang didapati sebanyak tujuh paket kecil narkotika jenis shabu, yang disimpang didalam tas samping.

Dari hasil pengembangan, tuijuh paket shabu itu diperoleh SE Dari tangan AR, yang tengah menginap di kamar 309 Hotel Ecotel Karimun, lalu dilakukan penangkapan pada pukul 23.15 WIB. Dari dalam kamar tempatnya menginap didapati lima paket sedang narkotika diduga jenis shabu dan dua paket besar narkotika diduga jenis shabu, yang disimpan dalam kantong tas warna putih dan diletakkan pada meja kamar hotel tempatnya menginap.

Setelah dikembangkan, AR mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang pria bernama FT yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di salah satu kapal di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, saat ditangkap, ditemukan barangharam dari dalam loker kapal Putri Anggraini 05 saat sandar di Pelabuhan Karimun.

Selain shabu dalam paket besar, dari dalam loker kapal tempat tersangka menyimpan barang ditemukan pula 247 butir pil ekstasi merek Heineken, 202 butir pil psikotropika jenis happy five (erimin lima). FT juga mengaku barang haram itu dia peroleh dari seorang pria bernama ALX, yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan kini tengah berada di negara tetangga Malaysia.

“Untuk ALX berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Wakapolres Karimun, Kompol M Chaidir saat melakukan pemusnahan barang bukti di Mapolres Karimun.

Selanjutnya, para tersangka dan barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Karimun untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelum dilakukan pemusnahan, barang bukti narkoba berbagai jenis itu dilakukan uji sampel guna memastikan keasliannya. Setelahnya para FKPD yang hadir menyaksikan bersama-sama proses pemusnahan, diikuti juga dengan para tersangka. Pemusnahan narkoba jenis shabu dilakukan dengan cara direbus menggunakan air panas, sedangkan narkoba jenis ekstasi diblender.

Sementara, Kasatresnarkoba Polres Karimun, AKP Rayendra AP menyebutkan, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 subsider ayat 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotikan, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Atau hukuman seumur hidup, atau hukuman mati dan denda Rp1 Miliar sampai Rp10 Miliar.

Kemudian dikenakan pasal 62 undang-undang nomor 5 tahun 1997, tentang psikotropika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan pidana denda Rp100 juta.(gan)