BPBD Rote Ndao Gelar Sosialisasi & Simulasi Tanggap Bencana

BATAMCLICK.COM, ROTE NDAO – Sosialisasi Gladi dan simulasi Kebencanaan dalam upaya pengurangan Resiko Bencana di Rote Ndao yang dilaksanakan Jumat,(8/11/2019) pagi di SD Negeri Oeteas Desa Helebeik Kecamatan Lobalain.

Kepala Pelaksana Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Diksel Haning Menjelaskan Tujuan dilaksanakan Gladi dan simulasi Kebencanaan Gempa bumi ini bertujuan mengantisipasi terjadi gempa bumi ataupun bencana masyarakat dan Relawan dapat pemahaman dan mempunyai kesiapsiagaan dalam mengevakuasi korban bencana serta dapat meminimalisir jumlah korban serta tanggap akan terjadinya bencana.

BACA JUGA : 

Pelaksanaaan Sosialisasi Gladi dan simulasi Kebencanaan dalam upaya pengurangan Resiko Bencana di Rote Ndao diikuti oleh para Relawan serta semua stekholder terkait dan kegiatan dibuka Oleh Staf Ahli Bupati Rote Ndao Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Hanok Ndoen setelah pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian sosialisasi serta gladi dan simulasi yang dilaksanakan bersama sama dengan pihak sekolah SD Oeteas dan semua peserta yang mengikuti kegiatan simulasi Kebencanaan dalam upaya pengurangan Resiko Bencana di Rote Ndao.

Pemkab Rote Ndao mengklaim telah maksimal menggelar sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat yang ada diwilayahnya melalui peran BPBD setempat.

demikian disampaikan staf ahli pemerintah politik dan hukum Hanok Ndoen saat membacakan sambutan Bupati Rote Ndao Paulina Haning,Jumat (8/11).
Menurutnya dengan masuknya edukasi kebencanaan dalam kurikulum menjadi salah satu upaya lain dalam mitigasi bencana sehingga setiap warga selalu siaga.

“Kita (pemerintah) melalui BMKG memang sudah melakukan simulasi kebencanaan kepada masyarakat namun kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri,” ungkap Hanok
“Letak geografis Kabupaten Rote Ndao ada di wilayah relatif rawan bencana, sehingga mengharuskan wawasan masyarakat mengenai mitigasi bencana dimiliki,” ucap dia.

Narasumber dari BPBD Provinsi NTT diwakili oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi NTT Richard Peli pada kegiatan metigasi bencana di Rote Ndao mengatakan, ancaman kekeringan sebenarnya hampir merata pada 22 Kabupaten Kota NTT dan dianggap sebagai daerah terdampak.

“Telah dilakukan berbagai upaya dan kita bersyukur BPBD Propinsi sejak tahun kemarin mendapat dukungan Pemerintah Australia melalui pihak LSM juga dari Jerman yaitu berupa pelatihan Penguatan kapasitas lebih inklusif bagi kalangan masyarakat berkebutuhan khusus seperti cacat fisik, ibu hamil, program yang telah di intervensi,” ungkap Richard.
7 ancaman kebencanaan dimaksud diantaranya yaitu masalah kekeringan, banjir, tanah longsor, kebakaran lahan, angin puting beliung, maupun ancaman Tsunami serta letusan gunung api.
(Dance Henukh)