Yang Pernah Ditraktir Makan Pakai Duit Haram jangan Khawatir, Ini Penjelasan Ustad Pink Ketua PMB

BATAMCLICK.COM: ALAMAK! Nurdin Traktir Makan Warga Pulau Pakai Duit Haram, berita ini mengundang reaksi ketakutan, bersalah dan beban mental pada sejumlah orang yang pernah diajak makan bersama atau ditraktir oleh Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun.

Beberapa tokoh masyarakat pulau sempat menghubungi batamclick, mereka mengungkapkan rasa tak nyaman mereka, karena pernah ditraktir oleh Nurdin.

BACA JUGA : 

“Bah (abah, bapak) pernah diajak makan, tapi mudah-mudahan bukan duet itulah tu, sebab dah lame sebelum die (Nurdin) ditangkap,” ungkap warga Setokok, Batam.

Tokoh masyarakat yang tak etis jika disebutkan namanya itu mengaku gelisah, dan seakan ada yang mengganjal dari yang pernah ia makan.

“Tapikan bah tak tau waktu tu, tak bedose lah ya,” ucapnya.

Menjawab keraguan tersebut, Ketua Persatuan Mubaligh (PMB) Kota Batam, dengan tegas mengatakan bahwa memakan barang haram dalam kondisi tidak tahu, maka hukumnya tidak haram.

BACA JUGA:

“Kalau sudah tahu tapi masih dimakan juga, itu baru jatuh hukumnya haram,” ungkap ustadz yang populer dengan julukan Ustadz Pink ini.

Dijelaskan Maryono, harta haram yang diperoleh dengan cara dzalim, seperti mencuri, merampok, menipu, termasuk korupsi, dan yang sejenis dengannya, digolongkan para ulama sebagai harta haram dzatnya, statusnya seperti daging babi, bangkai, dan sejenisnya.

“Dalam artian, berpindah ke manapun tetap haram. Karena kewajiban orang yang mengambilnya adalah mengembalikannya,” jelas Maryono.

Hal tersebut jelas terdapat dalam Hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

عَلَى الْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى تُؤَدِّيَهُ

“Tangan yang mengambil (harta orang lain) wajib menanggungnnya sampai dia kembalikan.” (HR. Ahmad 20086 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

“Karena itu, harta jenis ini, tidak boleh diberikan kepada siapapun. Dan jika penerima tahu, maka dia wajib menolaknya. Baik diberikan dalam bentuk hadiah, hibah, untuk investasi, maupun yang lainnya,” timpalnya.

Dalam fatwa Islam Maryono mengatakan,

ما كان محرم العين كالمال المسروق والمغصوب ، وهذا لا يجوز قبوله من أحد ؛ لأنه يجب رده إلى أهله

“Harta yang statusnya haram dzatnya, seperti hasil mencuri, hasil merampas, sama sekali tidak boleh diterima, ini bagi si penerima ya. Karena harta ini wajib dikembalikan ke pemiliknya,” jelasnya sembari menyebutkan, Fatwa Islam itu bernomor  126486.(bos)