Pimpinan Cabang PDAM Tanjunbatu Langsung Diganti, Setelah Tersandung Kasus Korupsi

Dirut PDAM Tirtha Karimun, Indra Santo

BATAMCLICK.COM: Kepala Cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtha Karimun di Tanjungbatu langsung diganti, dan kini dijabat oleh Arman. Yang sebelumnya dijabat oleh Zulkarnaen dan ditangkap Cabjari Tanjungbatu karena melakukan perbuatan korupsi.

Penunjukan Kepala Cabang PDAM Tanjungbatu yang baru itu, dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtha Karimun, Indra Santo.

BACA JUGA : 

“Sudah kita ganti dengan kepala cabang yang baru, atas nama Arman. Penetapan itu dilakukan setelah ada keputusan hukum yang jelas, dalam putusan pengadilan terhadap kepala cabang yang lama, Zulkarnaen,” jelas Indra Santo, Selasa (10/9).

Penujukan terhadap Arman sebagai Kepala Cabang PDAM Tirtha Karimun Tanjungbatu, dilakukan secara bertahap yang diawali dengan status sebagai Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Cabang. Lalu seiring dengan putusan pengadilan atas kasus korupsi yang menjerat Zulkarnaen, maka Arman pun langsung ditetapkan sebagai kepala cabang defenitif.

“Pertimbangan penunjukan terhadap Arman, dilakukan setelah melihat kinerjanya selama menjabat sebagai PLt Kepala Cabang. Sebelumnya memang Arman sudah menjadi karyawan PDAM Tanjungbatu cukup lama dalam posisi sebagai Kasi Hubungan Langganan, sehingga kinerjanya pun dinilai cukup bagus,” tambah Indra Santo.

Kata Indra Santo, kriteria penunjukan kepala cabang yang menggantikan Zulkarnaen juga didasari atas beberapa hal. Mulai dari bersih atau tidak terlibat permasalahan atas kasus apapun, loyal dengan perushaaan, pekerja keras dan jujur.

“Saat ini tanggungjawab Arman diberikan beban berupa kepala cabang, dan semua persoalan di Tanjungbatu menjadi tanggungjawabnya, namun tentunya dalam hal ini tidak terlepas dari koordinasi dan kebijakan PDAM Tirtha Karimun di Tanjungbalai Karimun,” ucapnya.

Diketahui, mantan Kepala Cabang PDAM Tirtha Karimun, Zulkarnaen ditangkap Cabjari Tanjungbatu. Dia tidak sendiri, ada seorang staf produiksi PDAM atas nama Novie Irwien ikut diamankan beberapa bulan lalu.

Zulkarnain pun telah divonis empat tahun enam bulan penjara. Selain itu, terdakwa didenda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan, dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp10 juta Subsidair 3 tahun 3 bulan. Serta dibebankan biaya perkara Rp10.000.

Kemudian untuk terdakwa Novie Irwien, divonis penjara lima tahun penjara, denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp.338.815.650 subsidair tiga tahun tiga bulan.

Sidang pembacaan putusan terhadap dua terdakwa, dibacakan Hakim Ketua Santonius Tambunan SH MH, pada sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (16/5).(gan)