Di Rumah Oknum Guru Di Batam, Polisi Temukan Flashdisk Berisi Film Gituan

Prasetyo juga yakin ada korban lainnya. Namun para orang tua diduga enggan melaporkan kasus tersebut karena dianggap aib. Informasi lain yang didapat pewarta, salah seorang korban terpaksa pindah sekolah karena trauma.

“Para korban mengalami trauma. Untuk itu, kita akan bekerjasama dengan lembaga lainnya untuk menghilangkan trauma anak,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, Suhariono dijerat dengan Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Suhariono terancam hukuman 20 tahun penjara. Ancaman hukuman ini menjadi lebih berat karena, pencabulan ini dilakukan oleh orang terdekat korban.

“Kita sangat prihatin dengan kasus ini. Oknum tenaga pendidik yang harusnya mendidik anak, malah melakukan perbuatan cabul. Ini bisa mencoreng dan merusak nama guru lainnya yang sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik,” ujarnya.(*)

Sumber : posmetro.co