Sempat Ditinggal Sholat Subuh, Begini Kronologis Kapal Sembako Karam di Tanjungbatu

Muatan sembako dari dalam kapal karam KM. USaha Bersama hanyut dan diambil warga, Jumat (16/8) di perairan Dwikora Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur

BATAMCLICK.COM: Karamnya kapal KM.Usaha Bersama yang memuat sembako di pelabuhan raykat Dwikora Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur, bemula saat ditinggal oleh sang nakhoda untuk melaksanakan sholat subuh, Jumat pagi (16/8).

Kapolsek Kundur, Kompol Endi endarto ketika dikonfirmasi mengatakan, kapal KM.Usaha Bersama telah selesai memuat barang-barang berupa sembako, dan hanya tinggal menunggu dokumen izin berlayar siap.

BACA JUGA : 

“Saat awak kapalnya naik kedarat untuk sholat subuh, ternyata kapalnya bocor. Begitu nakhodanya balik lagi ke kapal seusai sholat, rupanya kapal sudah kemasukan air dan berangsur karam,” jelas Endi, Jumat siang (16/8).

Beberapa muatan kapal sebagian sempat dievakuasi dan diletakkan pada kapal lain, yang ikut sandar di pelabuhan rakyat Jalan M Daud itu.

Barang-barang sembako sebagian sudah diamankan ke kapal lain, yang kebetulan posisinya berada di bagian atas kapal.

“Memang tidak ada korban jiwa, kalau kerugiannya kita belum tahu,” tutup Endi.

Diberitakan sebelumnya, Kapal bermuatan sembako dengan nama KM.Usaha Bersama karam saat sandar di pelabuhan rakyat, tepatnya di Dwikora Jalan M Daud Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur, Jumat pagi (16/8) sekira pukul 06.00 WIB.

Warga yang mengetahui karamnya kapal tersebut, langsung turun ke air untuk mengambil barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Disekitar kejadian, tampak muatan kapal berupa mie instan, kopi atau makanan ringan hanyut terbawa arus air laut.

Sedangkan sembako lainnya berupa beras, telur ayam serta sedikit material bangunan ikut terendam dan tak dapat diselamatkan.

“Saya ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB, warga sudah ramai turun ke laut ambil barang-barang yang bisa dimanfaatkan. Rata-rata mie instan, makanan ringan dan kopi di ambil warga,” kata seorang saksi bernama Apri.

Tujuannya ke tempat kejadian perkara (TKP) atas perintah bos tempatnya bekerja di salah satu toko sembako. Karena telah memuat ratusan papan telur ayam pada kapal yang sama dari toko tempat Apri bekerja, untuk dikirim ke Pulau Burung-Riau. Sehingga setibanya di lokasi kejadian, ternyata sembako dari tokonya ludes dan tak dapat diselamatkan.(gan)