Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa, Tokoh Adat Lenguselu Minta Polisi Gerak Cepat

BATAMCLICK.COM,ROTE NDAO: Tokoh Adat Desa Lenguselu, Obet Sanu yang mewakili warga masyarakat Lenguselu meminta pihak Kepolisian Resort Polres Rote Ndao, NTT segera memeriksa mantan Bendahara Desa Lenguselu, Joni Dethan dan mantan Kepala Desa Lenguselu, Kenis Li’an terkait dugaan korupsi Dana Desa (DD) senilai Rp160 juta.

Saat ini, mantan Kepala desa Lenguselu Kenis Lian masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Pihak kepolisian Resort Polres Rote Ndao.

“Kenis Lian saat ini sedang dalam DPO setelah kasusnya menguap ke permukaan. Kami masyarakat meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Rote Ndao untuk menuntaskan kasus tersebut ,” kata Obet Sanu tokoh adat saat dihubungi media baru-baru ini di kediamannya.

Ia juga meminta pihak kepolisian Resor Polres Rote Ndao tidak ‘lamban ” dalam menangani kasus penyelewengan anggaran dana desa, (ADD) yang dilakukan mantan Kepala desa Lenguselu Kenis Lian bersama dengan bendaharanya, Joni Dethan, tak lain adalah ipar kandungnya.

“Kasus ADD yang di selewengkan oleh mantan kepala desa Kenis Lian dan mantan bendahara Joni Dethan, benar-benar membuat kami masyarakat desa Lenguselu bertanya-tanya,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, penyimpangan dana tersebut adalah salah satu bagian dari kasus yang melibatkan kepala desa. Pihaknya juga memprediksi masih ada dana lain yang diselewengkan oleh Kades dan bendahara.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Wahyu A A. Septyan saat dikonfirmasi media baru-baru ini,  membenarkan, kalau kasus Kades Lenguselu masih dalam penyelidikan.

“Saat ini dari Polres tengah mengejar mantan Kades Lenguselu. Karena yang bersangkutan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkap Wahyu.(dance)