Penyelundupan Shabu 21 Kilo Asal Malaysia Digagalkan Lanal Karimun

Danlantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah SE.,M.A.P memberikan keterangan dalam ekspose di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Senin sore (15/7)
Danlantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah SE.,M.A.P memberikan keterangan dalam ekspose di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Senin sore (15/7)

BATAMCLICK.COM: Upaya penyelundupan narkoba jeni shabu seberat 21 Kilogram asal negara tetangga Malaysia, berhasil digagalkan tim FIQR Lanal Tanjungbalai Karimun, pada Sabtu kemarin (13/7) pukul 06.50 WIB di Perariran Karimun Anak.

Kronologis penangkapan bermula dari informasi intelijen, terkait adanya speed boat tanpa nama yang masuk perairan Indonesia pada Sabtu (13/7) pukul 03.30 Wib.

Danlantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah SE.,M.A.P mengatakan, shabu yang dibawa oleh pria bernama PI (31) rencananya akan dibawa ke Tembilahan Indra Giri Hilir, Provinsi Riau. Namun, berhasil digagalkan di Perairan Karimun Anak, Kabupaten Karimun.

“Tim F1QR Lanal Karimun mendeteksi ada satu speed boat yang mencurigakan dan berupaya kabur dari pemeriksaan petugas. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, sehingga berhasil diamankan pukul 06.50 WIB,” kata Arsyad dalam keterangan resmi di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Senin sore (15/7).

Saat diamankan, PI berdalih kalau dia hanya  mencari ikan, dengan menunjukkan bukti kalau dia tengah memancing menggunakan speed boat.

Namun petugas tidak percaya begitu saja, lalu melakukan penggeldahan pada speedboat yang digunakan PI. Tepat pada haluan speedboat terdapat sesuatu yang mencurigakan,ketika dibongkar ternyata didapati narkoba jenis sabu-sabu sejumlah 21 bungkus, dengan berat total mencapai 21 Kilogram

“Atas temuan itu tim kemudian menggiring pelaku, speedboat dan barang bukti narkoba ke Makolanal Tanjungbalai Karimun, untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Dari tindakan melawan hukum itu, ternyata PI diupah sebesar Rp200 juta, setelah aksi penyelundupannya berhasil.

Ternyata, aksi penyelundupan narkoba sudah pernah dilakoni PI sebanyak dua kali sebelumnya. Dan kali ketiganya dia bernasib apes, sehingga Sabtu kemarin (13/7) berhasil diamankan.

“Aksi pertama dan kedua masih seputar dalam negeri dan jumlahnya berkisar empat dan lima kilo, lintas Tembilahan menuju Pekanbaru. Untuk aksi ketiga kalinya ini, dia dibekali peralatan yang mumpuni oleh oknum dari Malaysia. Dengan mengemas speedboat sedemikian rupa agar tak terdeteksi,” tambah Arsyad.

Sementara, kepada awak media PI mengaku dijanjikan upah sebesar Rp200 juta jika berhasil meloloskan penyelundupan 21 kilogram shabu tersebut.

“Ini yang ketiga kali, yang pertama dan kedua hanya dalam negeri saja, dan dapat upah sebesar Rp5 juta untuk shabu 7 kilo. Serta Rp4 juta untuk shabu 4 kilo, yang diselundupkan ke wilayah Sumatera. Baru kali ini bawa barang dari Malaysia,” ucap PI.

PI disebut melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2, tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, dan penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun.

Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) untuk ditindaklanjuti.(gan)