Ketua LAM Kabupaten Karimunl, Raja Abu Samah H Arab
Ketua LAM Kabupaten Karimunl, Raja Abu Samah H Arab

BATAMCLICK.COM: Penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada Rabu malam (10/7), membuat masyarakat Karimun terkejut.

Salah satunya adalah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, Raja Abu Samah H Arab.

“Saya tahu informasi itu tadi malam (Rabu malam) tepat pukul 01.00 WIB, saat buka  facebook. Memang terkejut ketika membaca berita online kalau Gubernur Kepri Nuridn Basirun ditangkap KPK. Kok bisa seperti itu,” ujar Abu Samah, Kamis (11/7) usai menghadiri kegiatan TMMD di Desa Pongkar Kecamatan Tebing.

Namun Abu Samah mengaku tidak perlu mencari pembenaran soal informasi itu. Karena yang menangani proses penangkapan adalah instansi yang betul-betul bekerja dengan baik, atau layak dipercaya dalam hal ini KPK.

“Ini boleh kita percaya. Tetapi apakah ini direkayasa atau tidak kita pun tidak tahu juga. Selaku tokoh masyarakat dalam hal ini sebagia Ketua LAM Kabupaten Karimun hanya  dapat menanggapi, bahwa kami berserah diri saja kepada Allah Tuhan yang maha kuasa, mudah-mudahan Allah tetap melindungi Gubernur Kepri Nurdin Basirun,” ucapnya.

Dikatakan, kalaupun penangkapan terhadap putra daerah asli Kabupaten Karimun tersebut benar adanya dan merupakan sebuah kesalahannya yang harus ditanggung, maka serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib.

“Semua manusia pasti pernah berbuat kesalahan, namun apakah kesalahan yang ditangani KPK ini memang betul atau tidak, masih menjadi tandatanya kita, tapi kalaupun benar ya silahkan lanjutkan,” ungkap Abu Samah.

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama para tokoh, pejabat yang memiliki jabatan atau wewenang, untuk tidak menyalahgunakan amanah yang diberikan. Karena dalam pelantikan sudah diucapkan sumpah, untuk tidak memberi ataupun menerima dalam bentuk apapun yang dilarang dalam undang-undang.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq, ketika dimintai tanggapan mengenai persoalan tersebut, ia lebih memilih bungkam.

“Jangan, saya tidak mau mengomentari,” kata Rafiq usai meninjau kegiatan TMMD di Desa Pongkar.

Tindakan yang sama pun dilakukan oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, dia lebih memilih untuk tidak berkomentar soal tindakan KPK terhadap Gubernur Kepri itu.

Wartawan Dilarang Foto Rumah Gubernur

Pantauan di lapangan, Kamis pagi (11/7), kediaman pribadi Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Bukit Senang Kecamatan Karimun tampak sepi, tidak tampak tanda-tanda adanya orang yang tengah berada didalam.

Didepan rumahnya, mendadak disiagakan empat orang anggota Satpol PP yang ditugaskan berjaga-jaga. Kondisi itu lain dari pada biasanya, yang hanya terdapat dua orang anggota Satpol PP. Itu pun mereka terkadang hanya duduk di pos penjagaan. Namun pasca dibawa KPK tadi pagi, jumlah personil yang berjaga ditambah dua orang lagi dan berdiri didepan pagar.

Saat beberapa awak media akan mengabadaikan foto kediaman Gubernur Kepri, mendadak persnoil Satpol PP yang berjaga memberitahu, bahwa dilarang untuk mengambil gambar rumah Gubernur Kepri.

“Tak boleh difoto bang, ini perintah atasan. Mohon jangan difoto ya,” ucap salah seorang yang berjaga.(gan)