A alias UK ditangkap Polisi setelah bersembunyi selama dua tahun di Sumut. DPO ini ditemukan oleh tim gabungan Polres Pasaman Barat dengan Polres Madina Provinsi Sumut pada Jumat (28/6) kemarin
A alias UK ditangkap Polisi setelah bersembunyi selama dua tahun di Sumut. DPO ini ditemukan oleh tim gabungan Polres Pasaman Barat dengan Polres Madina Provinsi Sumut pada Jumat (28/6) kemarin

BATAMCLICK.COM: A alias UK tak berkutik dan terpaksa menyerah dari pelariannya selama dua tahun berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO). Ia akhirnya ditangkap Polisi setelah membacok dan membunuh pada dua tahun silam.

Penangkapan terhadap A sendiri dilakukan berkat kerjasama antara Polsek Lembah Melintang Polres Pasaman Barat, dengan Polres Madina Sumatera Utara.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasubbag Humas Polres Pasaman Barat, IPTU Defrizal mengatakan, A alias UK pernah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan beberapa orang terluka dan seorang meninggal dunia.

“Alhamdulillah kami berhasil menangkap tersangka dalam peristiwa pembunuhan yang terjadi pada tahun 2017 silam. A ditangkap di Sihepeng Induk Desa Lorong 7 Penyabungan, Kabupaten Madina Sumatera Utara pada Jumat kemarin (28/6) sekira pukul 17.00 WIB,” ujar Defrizal, Selasa malam (2/7).

Ia mengatakan, penangkapan berawal dari hasil penyelidikan Polsek Lembah Melintang. Setelahnya, ditelusuri posisi A ternyata tengah berada Siepeng Induk Desa Lorong 7 Penyabungan Kabupaten Madina, Sumatera Utara.

Peristiwa pembunuhan yang dilaukan A terjadi sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada 15 September 2017 pukul 01.00 WIB dini hari. Penganiayaan dilakukan A tepat dikediaman korban bernama Iyen, di Jalan Bliton Jorong Brastagi, Nagari Ujung Gading Kec Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.

“Mendapati informasi keberadaan target, maka kita bekerjasama dengan tim dari Polres Madina untuk melakukan penangkapan terhadap DPO,” katanya.

Dikatakan, A berhasil digiring dan tiba Pasaman Barat pada Sabtu kemarin (29/6) sekira pukul 05.00 WIB pagi. “Akan kita proses lebih lanjut,” tegas Defrizal.(sep)