Anak-anak usia sekolah keluyuran sampai tengah malam di warnet yang ada di Kampung Sidomulyo Kecamatan Karimun, saat patroli tiga pilar yang digelar Polsek Urban Tanjungbalai Karimun bersama Babinsa dan Kelurahan, Senin malam (1/7)
Anak-anak usia sekolah keluyuran sampai tengah malam di warnet yang ada di Kampung Sidomulyo Kecamatan Karimun, saat patroli tiga pilar yang digelar Polsek Urban Tanjungbalai Karimun bersama Babinsa dan Kelurahan, Senin malam (1/7)

BATAMCLICK.COM: Puluhan anak-anak usia sekolah dan anak punk dibubarkan aparat kepolisian bersama warga dan pihak terkait lainnya, lantaran meresahkan masyarkat di sekitar Kampung Sidomulyo Kelurahan Tanjungbalai Kecamatan Karimun, Senin malam (1/7).

Mereka kedapatan nongkrong sampai larut malam di warnet sekitar, sehingga masyarakat melaporkan kondisi itu kepada parat terkait. Lalu ditindaklanjuti oleh Kepolisian, Babinsa dan Kelurahan setempat untuk mengambil tindakan.

Dalam mengambil tindakan, Kapolsek Urban Tanjungbalai Karimun, AKP Budi Hartono melibatkan pihak Bhabinkamtibmas, Banbinsa dan Lurah, yang diberi nama Sinergitas Tiga Pilar. Lalu dilanjutkan dengan patroli bersama pada titik yang dimaksud, tepatnya pada Warung Internet (Warnet) Fantasic Jalan Pertambangan Kampung Sidomulyo Kelurahan Balai Kecamatan Karimun.

Dikatakan Budi, patroli soinergitas tiga pilar ini juga berkaitan dengan adanya laporan dari warga, terkait aktivitas warnet yang buka selama 24 jam, sehingga telah dianggap mengganggu ketentraman warga, khususnya RT 001 Kampung Sidomulyo Kel Tanjung Balai.

“Kita laksanakan kegiatan ini karena ada laporan dari warga sekitar terkait aktivitas warnet tersebut yang beroperasi 24 jam. Hasil monitoring kami, warnet Fantastic di dominasi anak-anak yang sedang asik bermain game. Disamping ada juga ada anak punk yang dianggap meresahkan, dianggap membuat sedikit kebisingan warga sekitar,” kata Budi.

Langkah yang diambil adalah, membubarkan seluruh anak-anak yang berada di warnet tersebut, termasuk para anak punk yang dianggap meresahkan.

“Sudah larut malam, anak-anak itu masih berkeliaran, jadi kita bubarkan dan suruh pulang demi kenyamanan warga sekitar” tegas Budi.

Tim patroli tiga pilar pun baru dapat membubarkan diri sekira pukul 24.30 WIB.(gan)