Penderita Tumor Otak di Karimun Sudah Dioperasi di RSUD M Sani

Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi memberikan keterangan, di ruang antrian pendaftaran berobat, Senin sore (1/7)
Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi memberikan keterangan, di ruang antrian pendaftaran berobat, Senin sore (1/7)

BATAMCLICK.COM: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani telah melakukan tindakan operasi, mengangkat tumor yang bersarang di kepala Elandra pada Senin pagi (1/7).

Dokter bedah yang menangani Elandra, Spbs.Andi Nugraha Sendjadja mengatakan, sebelum operasi dilakukan, terlebih dahulu telah diberikan bius sekira pukul 10.00 WIB, kemudian tindakan pembedahan dimulai sejak pukul 11.20 WIB.

BACA JUGA : 

“Tadi baru selesai kita lakukan operasi sekitar pukul 14.20 WIB. Total ada delapan dokter yang terlibat dalam pembedahan. Kondisi pasien saat ini stabil,” kata Andi dalam keterangan resmi yang digelar manageman RSUD Muhammad Sani, Senin sore (1/7) di ruang antri pendaftaran berobat RSUD Muhammad Sani.

Untuk hasil dari pembedahan, Andi belum dapat memastikan jenis tumor yang diderita Elandra apakah ganas atau tidak. Sehingga masih menunggu waktu beberapa hari kedepan.

Sementara, Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi menambahkan, tindakan pembedahan dilakukan di ruang patologi, yang baru diresmikan Bupati Karimun Aunur Rafiq sekitar setengah tahun lalu.

“Sejak berdirinya RSUD Muhammad Sani, ini merupakan tindakan pembedahan tumor pertama kali yang kita lakukan. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” terang Zulhadi.

Setelah pembedahan, nanti akan ada tahapan kemo yang akan dilakukan di rumah sakit rujukan. Karena di RSUD Muhammad Sani tidak memiliki peralatan yang memadai.

“Kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit yang ada di Batam, kemungkinan nanti akan dirujuk untuk melakukan kemo disana. Kapan waktunya kita masih menunggu hasil bedah yang baru saja selesai dilakukan hari ini,” tambahnya.

Segala biaya yang ditimbulkan dalam perawatan, ditanggung menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Zulhadi juga membantah adanya hutang sebesar Rp14 juta atas biaya yang ditimbulan saat pertama kali Elandra di rawat di RSUD Muhammad Sani.

“Tidak ada hutang itu, murni biaya berobat sejak awal ditanggung pemerintah daerah, yang dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Tak Mampu (SKTM). Kemudian dalam penanganan medis keduakalinya ini baru ditanggung oleh BPJS. Ini hanya miss komunikasi dengan keluarga pasien,” terang Zulhadi lagi.

Hadir dalam kesempatan itu para dokter yang turut serta terlibat dalam pembedahan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi, serta jajaran manageman RSUD Muhammad Sani.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Teluk Air Kecamatan Karimun terpaksa menjajakan ginjalnya, demi mencukupi biaya berobat anaknya yang di diagnosa kanker otak. Sontak saja informasi itu membuat gusar hati Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani.

Politisi PKB itu berpapasan dengan warga bernama Eli Kristanto saat baru saja keluar dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dalam urusan dinas luar kota, Sabtu siang (29/6). Nyimas Novi tampak begitu terkejut dan prihatin saat membaca tulisan yang dikaitkan pada leher pria 59 tahun tersebut, bahwa dia menjual ginjal untuk pengobatan anaknya yang sakit tumor otak.

Nyimas Novi pun bergegas menuju kediaman warga yang berdomisili di RT 006 RW 001 Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun itu. Setibanya di rumah pria tersebut, terbaring seorang pria 23 tahun bernama Elandra, yang menahan sakit atas tumor otak yang diderita.

“Setelah melihat langsung kondisi anaknya Pak Eli, memang sangat memprihatinkan. Tumor otak yang diderita Elandra harus segera mendapat tindakan. Semua stakeholder sudah kita kontek untuk turun tangan,” ujar Nyimas Novi.

Sore Sabtu, Elandra langsung dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk ditangani. Nyimas Novi juga mengaku terkejut ketika mengetahui kalau Elandra sempat dirawat sebelumnya di RSUD Muhammad Sani, lalu keluar meski belum pulih.(gan)