Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan Abdul Djalil dan Walikota Batam HM Rudi SE,MM menuntaskan persoalan Kampung Tua di Batam.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan Abdul Djalil dan Walikota Batam HM Rudi SE,MM menuntaskan persoalan Kampung Tua di Batam.

BATAMCLICK.COM: Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun tanpa
melalui protokoler pernah meloby President RI H Joko Widodo untuk menyelesaikan
persoalan Kampung Tua di Batam. Setelah tiga bulan, Menteri Agraria dan Tata
Ruang datang ke Batam untuk menuntaskan semua persoalan terkait Kampung Tua.
Sebanyak 21 ribu kepala keluarga akan mendapatkan sertifkat hal milik atas
tanah tempat tinggal mereka.

Disambut Nurdin, Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan  Abdul Djalil tiba di Batam untuk
melaksanakan Rapat Koordinasi Penyelesaian Legalitas  Kampung Tua, Jumat
(21/6/2019) di Pemko Batam.

Turut hadir Kepala BP Batam Edy Putra
Irawady, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kepala
Kantor Pertanahan Batam Askani, Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam Makmur
Ismail,  FKPD Kota Batam dan para Kepala OPD Kota Batam dan Kepri.

“Saya ingat betul waktu semobil dengan
Presiden. Saya menyampaikan persoalan Kampung Tua yang belasan tahun tak
selesai. Presiden berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin dalam hitungan
bulan. Dan hari ini Menteri Sofyan Jalil datang menemui kami. Saya haru
sekali,” ungkap Nurdin.

Nurdin mengaku loby yang dilakukannya
terpaksa di luar ketentuan protokoler. Karena jalur protokoler menurutnya bisa
memperlama waktu dalam penyelesaian. Maka itu, begitu ada kesempatan, Nurdin
langsung meloby presiden dan langsung disambut baik dengan kerja nyata.

“Ini sebagai bentuk keseriusan dan kecintaan
Presiden kepada rakyat. Walikota Batam juga luar biasa perjuangannya. Semoga
dengan bahu-membahu impian masyarakat  Kampung Tua bisa direalisasikan,”
ujar Nurdin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata
Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Sofyan  Abdul Djalil meminta masyarakat
Kampung Tua untuk bersabar dan memberikan waktu kepadanya untuk menyelesaikan
segala hal teknis terkait realisasi Kampung Tua.

Sofyan juga berjanji akan bertemu menteri-menteri
terkait seperti Menteri Kehutanan dan Dewan Kawasan untuk membicarakan hal yang
belum tuntas. Misalnya seperti wilayah Kampung Tua yang masuk kawasan hutan
akan segera dilepaskan. Atau wilayah Kampung Tua yang keluar dari kawasan FTZ
akan dibicarakan dengan Dewan Kawasan. Dan berbagai hal terkait lainnya.

 “Prinsipnya saya sudah tahu setelah
dipetakan semua  persoalan terkait Kampung Tua. Baik luasnya,
peruntukannya dan masalah-masalah yang terkait dengan hutan,” kata Sofyan.

Tidak itu saja, sebelum sertifikat
dikeluarkan, Sofyan meminta Walikota Batam Muhammad Rudi untuk menata dengan
baik kawasan Kampung Tua yakni  melengkapi dengan fasilitas sosial dan
fasilitas umum, jalan dan gang yang teratur.

Alokasi untuk fasos dan fasum tanahnya
langsung diambil dari luas tanah yang tersedia. Dibuatkan sertifikat hak pakai
bagi pemerintah kota.  Sisanya baru ditetapkan untuk masyarakat dengan hak
milik.

Walikota juga diminta menetapkan daftar
keputusan nama-nama masyarakat yang berhak menerima berdasarkan kenyataan di
lapangan. Dan  menjamin tidak ada orang lain di luar Kampung Tua yang
mempunyai tanah di kawasan tersebut.

Tanah-tanah yang tidak ada orangnya atau
tidak dikuasai akan diberikan kepada Pemko Batam agar bisa dipakai untuk
kepentingan Pemko Batam.

Menurut Sofyan persoalan Kampung Tua tidak
terlalu berat.  HPL (Hak Pengelolaan) dan PL (Penetapan Lokasi) yang sudah
keluarkan selama ini bisa dibatalkan.

HPL dilimpahkan ke BP Batam sehingga tidak
ada lagi HPL di sana. Sementara untuk PL,  BP Batam akan melihat di
lapangan  apakah masyarakatdigunakan sesuai PL atau tidak.

“Presiden memberikan waktu tiga bulan untuk
menuntaskan ini. Tetapi semuanya tergantung tekhnis di lapangan. Jika Walikota
dan timnya bergerak cepat di lapangan, dan  saya juga bisa lebih cepat
juga menghadap presiden,” tukasnya.

Sementara untuk sepadan pantai, Sofyan akan
mencarikan jalan keluar dengan memberikan HGB untuk bagunan  di atas laut
dan hak milik untuk bangunan yang berada di atas tanah.

Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam Makmur
Ismail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas usaha Gubernur Kepri
Nurdin Basirun yang sudah berhasil melobi presiden sehingga usaha penetapan
Kampung Tua yang terkendala belasan tahun sudah menemukan titik terang.

“Pak Nurdin luar biasa. Kami hampir putus
asa. Hingga kabar baik ini kami terima. Kami akan terus mengawal proses ini
sampai rencana-rencana yang disampaikan Menteri BPK terealisasi. Sehingga
masyarakat bisa tenang karena Kampung Tua sudah ditata dan kami.punya
sertifikat hak.milik,” tutup Makmur Ismail.

Semua Kampung Tua mempunyai  luas 103,3
Ha yang berada di 37 titik dengan 42.972 bidang tanah.(maspri)