Rafiq Beri Sinyal Kundur Bakal “Pisah” Dengan Karimun

Bupati Karimun Aunur Rafiq sampaikan sambutan saat menghadiri undangan halal bihalal Himpunan Mahasiswa Pemuda Dan Pelajar Kundur (HIMAP2K) -Pekanbaru, di Balai Sri Gading Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Selasa (11/6)
Bupati Karimun Aunur Rafiq sampaikan sambutan saat menghadiri undangan halal bihalal Himpunan Mahasiswa Pemuda Dan Pelajar Kundur (HIMAP2K) -Pekanbaru, di Balai Sri Gading Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Selasa (11/6)

BATAMCLICK.COM: Wacana lepasnya Kundur dari Kabupaten Karimun yang akan memekarkan diri menjadi sebuah Kabupaten kembali mencuat. Kali ini isu tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Sinyal dalam memisahkan diri dengan Kabupaten Karimun itu dikatakan Rafiq saat menghadiri undangan halal bihalal yang digelar pengurus Himpunan Mahasiswa Pemuda Dan Pelajar Kundur (HIMAP2K) – Pekanbaru, di Balai Sri Gading Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Selasa kemarin (11/6)

BACA JUGA : 

“Tidak menutup kemungkinan Kundur menjadi kabupaten sendiri. Saat ini kita harus mempersiapkannya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata Rafiq

Dijelaskannya, sebagaimana diatur dalam undang-undang, bahwa pemekaran atau pembentukan Kabupaten yang baru harus dijadikan Kabupaten persiapan terlebih dahulu, dalam jangka waktu selama tiga tahun.

“Setelahnya, baru bisa menjadi kabupaten sendiri, Kabupaten Kepulauan Kundur,” tambahnya.

Kepada para awak media Rafiq kembali memperjelas pernyataannya itu, dengan menyampaikan bahwa kampung halamannya itu perlu dorongan infrastruktur yang memadai. Sehingga dapat terealsiasinya sebuah pemekaran Kabupaten Kepulauan Kundur.

“Kundur harus mempersiapkan infrastuktur, tentunya dengan tidak meninggalkan dan harus mempelajari undang-undang yang ada. Agar nantinya embrio Kabupaten Kepulauan Kundur lahir, sudah memang sudah benar-benar siap,” terang Rafiq.

Dia juga berpesan kepada masyarakat Kundur agar dapat bersabar. Dimana isu pemekaran Kabupaten Kepulauan Kundur memang sudah sejak lama berhembus dan sangat didambakan. Dalam hal ini, perlu adanya persiapan-persiapan yang matang, terutama soal infrastruktur memadai bagi masyarakat Kundur.

“Dalam membangun infrastruktur pun kita tidak bisa juga grasa grusu. Harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan semata. Yang tak kalah pentingnya adalah harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.

Jadikan Kundur Kembali Menggeliat

Salah satu upaya Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam mendorong kampung halamannya menjadi Kabupaten adalah, bahwa Pulau Kundur harus memiliki daya tarik dan infrastruktur memadai, yakni dengan mencoba kembali membuka akses jalur pelayaran internasional, dari negara tetangga Malaysia dan Singapura menuju Pulau Kundur.

Dikatakan Rafiq, jalur pelayaran internasional menggunakan kapal feri memang sempat dibuka dan ditutup sejak belasan tahun silam. Sehingga dia berencana akan kembali membuka pelayaran tersebut, agar Kundur kembali menggeliat dan jadi salah satu destinasi bagi wisman untuk berkunjung ke kampung halamannya.

“Bisa dibuka kembali (pelayaran internasional), akan tetapi harus melalui proses. Akses dari Karimun ke Kundur pun sekarang sudah semakin mudah dan banyak, membuat Pulau Kundur tidak lagi menjadi daerah terisolir,” ujarnya.(gan)