BATAMCLICK.CIM, PADANG – Syamsul Bahri, Spd. MM terpilih sebagai Ketua DPP Kerukunan Warga Tanjung Balik (Kwartab) masa bakti 2019-2022, dalam munas ke-10 Kwartab yang dilakukan pada akhir
pekan lalu. Syamsul Bahri mengantikan Prof. Dr. Ir. H Nasfryzal Carlo, M.Sc, IPM. PA, CSE yang telah memimpin Kwartab selama 12 tahun yakni sejak 2007-2019. Terpilihnya
Syamsul Bahri dilakukan secara aklamasi.

Carlo begitu dirinya dipanggil, tidak bersedia lagi meneruskan jabatan untuk periode ke-5.”Saya sudah 12 tahun mengabdi untuk Kwartab, harus ada regenerasi guna mempercepat
sinergisitas perantau Tanjung Balik dengan Pemerintahan Nagari Tanjung Balik,” ujarnya.

Selain memilih nakhoda baru, Munas ke-10 juga menghasilkan rekomendasi untuk program 3 tahun ke depan. Diantaranya mengupayakan pemindahan Pasar Senin Tanjung Balik yang
tidak lagi presentatif untuk menjadi pasar ibu Kecamatan X Koto Diatas. Usulan lain adalah membangun SD-IT yang sudah ada murid dan yayasan yang mengelola. Tak lupa
melanjutkan program tiga tahun lalu yang belum selesai antara lain membuat direktori sumberdaya manusia yang ada pada masing-masing DPC Kwartab, membangun sistem informasi
Kwartab, mensinergikan program pemberdayaan pemangku adat dan bundo kandung dengan program nagari.

Selain Munas ke-10 Kwartab juga dilakukan Munas ke-3 Ipptab (Ikatan Pemuda Pelajar Tanjung Balik) dan terpilih saudara Wawan Kurniawan menjadi ketua DPP Ipptab periode
2019-2022.

Acara Munas ke-10 Kwartab ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Bara Prof. H. Dr. Irwan Prayitno, S.Psi, M.Sc Dt. Bandaro Basa, yang hadir di Tanjung Balit bersama
Wakil Bupati Solok, Yulpadri Nurdin, SH pada Minggu tanggal 9 Juni 2019 di Pasar Senen Tanjung Balik.

Kesempatan itu, Gubernur mengapresiasi para perantau Tanjung Balik yang selalu pulang basamo untuk membangun nagari. Tanpa adanya perantau yang pulang kampung untuk
membantu pembangunan nagari, perkembangan nagari menjadi sangat lambat karena kemampuan keuangan pemerintah yang terbatas. Oleh sebab itu sinergisitas yang baik antara
perantau dengan orang yang ada dalam Nagari sangat diharapkan.

“Singkirkan ego masing-masing, hilangkan perbedaan dan perpecahan dalam membangun nagari. Kebersamaan dan kekompakan diperlukan sesuai dengan tema Kwartab perkokok
kerukunan warga Tanjung Balik untuk membangun Nagari,” ujarnya.

Gubernur juga mengatakan usulan-usulan yang disampaikan dalam munas kepada pemerintah seperti pembangunan pasar, pembangunan SD-IT, penambahan guru SMK, dan pembangunan
lainnya akan ditindak lanjuti sesuai kewenangan dan prosedur yang ada. Mulai dari bawah melalui Musrembang tingkat nagari, kecamatan, kabupaten, dan provinsi.

Sejalan dengan gubernur, Wakil Bupati Solok, Yulpadri Nurdin, juga mengharapkan dengan adanya pulang basamo perantauan Tanjung Balik, akan meningkatkan perekonomian
masyarakat setempat. “Sering-seringlah perantau pulang untuk melihat sanak famili dan sekaligus membangun nagari. Membangun nagari bukan hanya fisik saja tetapi ide-ide
yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Kwartab 2007-2019, Prof. Carlo menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat Tanjung Balik baik yang ada di kampung halaman maupun yang berada
di perantauan atas sokongan dan kerja kersama yang telah diberikan selama 12 tahun. Selain itu, dirinya mohon maaf jika selama memimpin terdapat kesalahan. “Mari kita
dukung Ketua DPP baru, Syamsul Bahri yang akan menjadi nakhoda Kwartab tiga tahun ke depan,” ujarnya

Carlo juga memaparkan bahwa Kwartab (Kerukunan Warga Tanjung Balik) berdiri secara resmi pada tang 16 September 1991 (28 tahun lalu). Organisasi ini merupakan perluasan dan
pengembangan organisasi perantau Tanjung Balik yang ada di Depok dan Jakarta. Saat ini telah mempunyai 12 cabang di Indonesia dan 1 Perwakilan luar negeri (Malaysia).

Acara pembukaan Pulang Basamo Kwartab ini selain Gubernur dan Wakil Gubernur, juga dihadiri oleh Biro Humas Kantor Gubernur, Camat X Koto Diatas, Teta Midra, Unsur
Forkincam X Koto Diatas, Wali Nagari Tanjung Balik, Zulhidin, Wali Nagari se-X Koto Diatas, para pemangku adat dan bundo kandung, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh
masyarakat yang ada di kampong dan yang datang dari perantau Tanjung Balik. (*)