178 Penumpang Terlantar di Pelabuhan Karimun Diberangaktkan Subuh Hari ke Batam

Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun, Junaidi (tengah) memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (9/6)
Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun, Junaidi (tengah) memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (9/6)

BATAMCLICK.COM: Sebanyak 178 penumpang dari Pelabuhan Button-Riau yang terlantar di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun telah diberangkatkan ke Batam, Minggu subuh (9/6) sekira pukul 05.15 WIB.

Perjalanan 178 penumpang itu terpaksa tertunda pada Sabtu malam (8/6), karena jam sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB saat tiba di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun menggunakan kapal fery Dumai Line 2, sehingga tidak dibenarkan oleh Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun untuk menuju Batam.

BACA JUGA : 

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Djunaidi mengatakan, larangan untuk melanjutkan pelayaran terhadap kapal fery Dimai Line 2 karena pertimbangan keselamatan penumpang. Sehingga terpaksa menunda untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah diizinkan kembali untuk berlayar tadi subuh sekira pukul 05.15 WIB. Dan telah sampai di Pelabuhan Sekupang-Batam pukul 06.45 WIB. Pelayaran Dumai Line 2 di tunda keberangkatannya karena pertimbangan keselamatan penumpang, kita tidak mau ambil resiko,” ujar Junaidi, Minggu siang (9/6).

Menurut Junaidi, atas pembatalan keberangkatan Dumai Line 2 menuju Batam, pihak pelayaran hanya menanggung biaya penginapan bagi 15 orang ibu-ibu dan 30 anak-anak, yang diinapkan di kamar Hotel Royal. Selebihnya penumpang laki-laki dewasa, yang harus tidur di musholla, ruang tunggu teminal penumpang Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun dan didalam kapal fery Dumai Line 2.

Kata Dunaidi, fery Dumai Line 2 mengalami keterlambatan keberangkatan dari Tanjungbuton selama tiga jam lamanya. Biasanya berangkat sekira pukul 13.00 WIB, namun baru lepas tali pada pukul 16.00. Dan baru tiba di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun hampir pukul 20.00 WIB, sehingga tidak diizinkan untuk melanjutkan pelayaran menuju Batam.

Seperti diberitakan, penumpang Fery Dumai Line 2 terpaksa menginap dan terlantar di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Sabtu malam (8/6).

Hal itu terjadi lantaran kapal rute Tanjung Button-Riau tujuan Selat Panjang, Dumai, Karimun dan Batam, yang seharunya tiba di Pelabuhan Tanjung Button-Riau pada Sabtu siang (8/6) pukul 12.00 WIB. Namun molor sampai empat jam lamanya, atau baru tiba sekira pukul 15.00 WIB.

Kondisi itu dikeluhkan oleh seorang penumpang bernama Wawan, ia menceritakan ada banyak penumpang yang terpaksa menginap di ruang tunggu terminap penumpang Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.

Wawan menceritakan, kondisi itu terjadi diakibatkan oleh kelebihan penumpang, serta terlambatnya kapal Dumai Line 2 tiba di Tanjung Button, yang seharusnya tiba sekira pukul 12.00 WIB, tapi molor selama empat jam dan baru tiba sekitar pukul 15.00 WIB, lalu bertolak menuju Selat Panjang, Karimun dan Batam beberapa menit setelah menaikkan penumpang kedalam kapal.

“Sampai tidak dapat kursi. Penumpang yang naik dan turun tidak sebanding di setiap pelabuhan yang disinggahi oleh kapal Dumai Line 2. Kemudian terjadi keterlambatan kapal, makanya tiba di Karimun sudah malam atau sekitar pukul 19.30 WIB,” ucap Wawan, Sabtu malam (8/6).(gan)