BATAMCLICK.COM, BATAM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam telah resmi melimpahkan kasus dugaan tindak pidana Pemilu dari caleg nomor urut 7, M Yunus dari Partai Gerindra yang terjadi di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk.

Pelimpahan berkas dilakukan oleh Komisioner Bidang Hukum Bawaslu Batam, Mangihut Rajagukguk, serta Bidang Penindakan Bawaslu Kota Batam, Bosar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Filpan Fajar D Laia, yang juga anggota Gakkumdu saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (15/5/2019).

“Berkas perkara atas nama M Yunus baru diterimanya hari ini dari penyidik Polresta Barelang. M Yunus yang merupakan Caleg nomor urut 7, Dapil III (Bulang, Galang, Nongsa, Sei Beduk) Batam dari Partai Gerindra ini tersandung kasus money politik,” jelas Filpan.

Filpan menjelaskan, berawal dari adanya laporan pada tanggal 25 April dari pelapor atas nama German Paningotan Simanjuntak yang datang melapor ke Kantor Bawaslu Batam, untuk memberikan informasi adanya dugaan pelanggaran pidana Pemilu politik uang.

” Adanya bentuk aktivitas politik uang di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk. Pada hari itu, beberapa orang saksi menerima uang tunai sebesar Rp 200ribu perorang dengan syarat harus menyoblos M Yunus,” ujar Filpan.

Filpan mengatakan, selain memberikan uang pihak dari M Yunus juga memberikan kaos tim sukses, kalender, stiker, foto dokumentasi serta kertas suara Caleg atas nama M Yunus.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Negeri Batam sesuai undang-undang dalam waktu 3 hari akan menentukan sikap apakah berkas ini akan naik dan sudah dinyatakan lengkap atau masih ada yang harus dilengkapi.

” Adapun pasal yang dikenakan M Yunus caleg dari partai Gerindra yaitu melanggar pasal 523 ayat (2) jo pasal 278 ayat (2) UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” tutup Filpan. (el)