Kadisnaker Karimun, Hazmi Yuliansyah
Kadisnaker Karimun, Hazmi Yuliansyah

BATAMCLICK.COM: Kepala Dinas Tenagakerja (Disnaker) Kabupaten Karimun, Hazmi Yuliansyah menegaskan kepada PT Multi Ocen Shipyard (MOS), untuk menaati surat teguran yang telah dilayangkan, sekitar sebulan lalu sebagai peringatan atas kecelakaan kerja yang selalu terjadi tiap bulannya.

“Beberapa kali kecelakaan kerja Kemarin di PT MOS sudah kita surati, berupa peringatan tertulis agar manageman melakukan audit K3 dari pihak eksternal. Kami berikan waktu satu bulan, kalau tidak diindahkan juga maka kami akan datangkan tim audit eksternal sendiri langsung dari Jakarta,” jelas Hazmi, Selasa (14/5).

Kata Hazmi, bukan persoalan Disnaker Kabupaten Karimun tidak berani bertindak, namun pengawasan dan tindakan merupakan wewenang dari pihak Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri. Sebagaimana undang-undang 23 tahun 2014 yang kewenangan semuanya ditarik ke Provinsi.

“Tapi kewenangan Kabupaten ada pada rekomendasi perpanjangan izinnya, sebelum melakukan perpanjangan izin ke Provinsi tentu harus ke Kabupaten terlebih dahulu. Maka akan kita berikan ultimatum jika memang tidak ada itikad baik membenahi K3,” jelas Hazmi.

Disebutkan, buruknya safety di PT MOS menjadi preseden buruk citra keselamatan kerja perusahaan tersebut. Tentunya akan berdampak pada merosotnya atau bahkan tidak akan dapat job nantinya.

Investor kata dia, akan berpikir dua kali untuk menyerahkan proyek kepada PT MOS, jika manageman tidak memperbaiki safety.

Seperti diketahui, kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS), Senin siang (13/5) sekira pukul 11.45 WIB. Kali ini menimpa seorang korban bernama Lukman Jamarin yang tengah melakukan pekerjaan dibidang scaffolding pada perusahaan tersebut. Ia terjatuh dari ketinggian dan kondisinya luka parah.

Seorang rekan kerja Lukman Jamarin mengabarkan bahwa informasi tersebut benar adanya. Dan saat ini korban tengah dilarikan ke RSUD Muhammad Sani untuk ditangani tim medis.

Sebelumnya juga, kecelakaan kerja terjadi di perusahaan tersebut pada Rabu dua pekan lalu (24/4). Dua pekerja mengalami luka bakar serius disekujur tubuh akibat ledakan pada satu kapal tanker yang juga tengah dikerjakan di PT MOS.(gan)