BATAMCLICK.COM: Lantaran perolehan suara tak sesuai dengan yang diharapkan, salah seorang caleg untuk DPRD Kota Batam, berinisial AA dari Partai Nasdem, meminta uang yang telah dibagi-bagikannya dikembalikan, di daerah pemilihan Batuampar dan Bengkong.

Kasus dugaan money politic ini pun berbuntut panjang dan masuk ke ranah Bawaslu Kota Batam.

Adalah ES satu dari puluhan perangkat RT yang didesak untuk mengembalikan uang yang telah diberikan oleh caleg tersebut.

Menurutnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Batam, total uang yang diberika oleh caleg tersebut untuk wilayah Kelurahan Sei Jodoh, Batuampar sekitar Rp 200 juta.

“Uang itu dikasih dua hari sebelum hari pencoblosan, ditransfer ke rekening salah satu RT di daerah kami, agar dibagi-bagikan dan yang penting AA dapat 2000 suara,” ungkapnya.

Nah, saat hari H pencoblosan, hingga terakhir rekap suara, ternyata suara caleg AA di daerah Sei Jodoh hanya 496.

Terang saja hal ini membuat AA berang, pasalnya duit sudah dikasih, suara tak seperti yang diharapkan.

“Yang bersangkutan minta dikembalikan duitnya, awalnya minta semua (200 juta) tapi setelah berunding, kami hanya sanggup kembalikan 120 juta, dan kini sudah dicicil 80 juta, jari tinggal 40 juta lagi,” terang Es.

Meski menyanggupi mengembalikan uang tersebut, namun Es merasa dikerjai oleh Caleg AA, makanya ia pun melaporkan hal tersebut ke Bawaslu, Jumat (10/5/2019) sore.

Laporan Es beserta tiga Ketua RT lainnya pun diterima oleh Bawaslu Kota Batam, hanya saja Bawaslu meminta mereka melengkapi sejumlah bukti diantaranya bukti transfer di rekening RT.

Sementara itu, Caleg AA yang coba dihubungi belum menjawab, pesan ke WA-nyapun belum dibaca.(lin)