BATAMCLICK.COM, BATAM – Event Organizer (EO) lokal asal Batam Queen Andventure untuk konser SheilaOn 7 “Jump Higher” memberikan klarifikasi terkait batalnya konser tersebut, Jumat (10/5/2019) malam. Mereka mengaku mengetahui pembatalan dari managemant SheilaOn 7 atau SO7.

Pihak EO Queen Andventure Morena mengatakan, pihaknya hanya sebagai EO lokal yang hanya menghendel keperluan lokal seperti sewa mobil, sdm, dan lokasi. “Sedangkan tiket itu dihendel promotor (Nagoya Managemant),” ujarnya.

Bahkan untuk produksi dihendel promotor sendiri, apalagi hotel artis itu tangung jawab promotor. “Jadi untuk tiket kami tidak tau, tiket di nagoya managemant,” katanya.

Morena melanjutkan, bahkan pihaknya mengalami kerugian lebih banyak dari penonton. “Semua persiapan kita masih hutang, dan itu nominalnya tidak kecil,” kata dia.

Bahkan Morena, tidak mau mengambil resiko dia telah mengadukan kasus tersebut ke Polresta Barelang. “Tetapi pihak kepolisian tidak bisa menerima laporan itu, karena kami bukan kostumer,” ujarnya.

Morena juga menjelaskan, promotornya Nagoya Managemant berasal dari Tasikmalaya, Jawa Timur. Ia bekerjasama dengan promotor tersebut rekomendasi dari temannya. Selain itu pihak promotor mengaku tidak bisa mengurus perizinan, makanya mengunakan jasa EO lokal.

Sampai saat ini perizinan keramaian sudah diselesaikan Morena dan timnya. Bahkan sudah disampaikan kembali ke pihak kepolisian bahwa acara batal dilaksanakan.

Tidak hanya mengalami kerugian materi Queen Andventure brand EO ini juga rusak ulah promotor tersebut. “Brand kita kenak,” kata dia.

Morena mengaku sampai saat ini pihak promotor semenjak ada pemberitahuan cancel tidak bisa dihubungi. Begitu juga ketika ditemui ke basecamp mereka di kawasan Tiban, Batam tidak ada satupun pihak promotor.

Bahkan kamar hotel Duta dan kawan-kawan di Best Western Premier Panbil sudah dicancel otomatis. Karena promotor atas nama Asep tidak bisa dihubungi. “Otomatis hotel langsung cancel,” kata dia.

Morena mengatakan, promotor Nagoya Managemant memang terdiri dari beberapa orang tim. Namun, mekanisme teknis acara tersebut dikuasai Asep. “Saya timnya dia tidak tau, terkait pembatalan itu, mereka aja mengeluh kerja tidak jelas, upah pun begitu,” kata dia.

Morena mengatakan, terakhir komunikasi dengan Asep beberapa hari lalu, Asep mengatakan bahwa dia telah mempersiapkan hotel untuk personel S07 menginap. Tidak hanya memikirkan kerugian Morena, juga harus menjawab semua keluhan penonton.