Kondisi terkini pasca ledakan kapal tanker di PT MOS yang menelan dua korban luka serius pada Rabu kemarin (24/4)
Kondisi terkini pasca ledakan kapal tanker di PT MOS yang menelan dua korban luka serius pada Rabu kemarin (24/4)

BATAMCLICK.COM: Pemilik kapal tanker yang meledak di PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS) datang ke Karimun, untuk melihat kondisi kapalnya yang baru saja menelan dua korban.

Informasi tersebut disampaikan Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Kepri, Mujarab, usai mendatangi PT MOS bersama beberapa pihak terkait, Kamis siang (25/4).

“Ketika terjadi ledakan itu (kapal tanker), ya pasti ada kerugian yang ditimbulkan, dan klien pun sudah pasti datang lah. Saya dapat informasi tadi ada klien dari PT MOS datang meninjau kapalnya yang meledak. Tapi saya tidak mengetahui persis siapa, karena saat turun tadi kita terdiri dari beberapa tim. Nah saya bersama Disnaker Kabupaten di lokasi,” kata Mujarab melalui sambungan ponselnya.

Pasca ledakan kapal tanker tersebut, aktifitas pekerjaan di tempat kejadian perkara (TKP) dihentikan, pihak kepolisian telah memasang garis Polisi sejak Rabu malam atau beberapa jam setelah tragedi itu terjadi.

“Kapal tanker itu katanya mau diperbaiki, istilahnya kapal docking. Jenis kapalnya memang kapal minyak. Sudah dalam pengerjaan sih sejak seminggu memang telah berada di PT MOS. Asal kapalnya belum tahu persis dari mana, kemungkinan dari Singapura,” tambah Mujarab.

Sementara dua orang korban ledakan kapal tanker tersebut terpaksa dirujuk ke Batam, karena kondisinya kian memburuk.

“Tadi saya koordinasi dengan General Manager PT MOS, Nasrul, katanya satu dari dua korban itu mau dirujuk. Karena kondisinya belum menunjukkan adanya tanda-tanda yang lebih baik,” jelas Mujarab lagi.

Sayangnya, Mujarab mengaku belum mendapatkan data dua orang korban ledakan kapal tanker PT MOS.

Lanjut Mujarab, pasca ledakan tersebut, dua korban itu pun dilarikan ke dua rumah sakit berbeda, yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT). Dengan alasan agar penanganan kepada masien bisa lebih cepat.

“Kalau ditangani di satu rumah sakit nanti pasien yang satunya lagi bisa lambat tertolong. Jadi dilarikan ke dua rumah sakit berbeda. Yang mau dirujuk itu saya tidak tahu yang mana satu, karena belum dapat nama pasien,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang pekerja di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) mengalami luka bakar serius, atas peristiwa ledakan kapal di lokasi perusahaan tersebut, Rabu sore (24/4) sekira pukul 17.30 WIB. Informasi dihimpun, ledakan bersumber dari kapal tanker bernama Success Energy, yang tengah sandar di areal PT MOS.

“Kapal itu lagi dikerjakan dan tau-tau bagian bawah kapal kena percikan api. Sehingga menimbulkan ledakan, di bagian yang meledak itu memang ada tabung gas dan oksigen,” ungkap salah seorang pekerja di PT MOS yang enggan disebutkan namanya, Rabu (24/4).

Ledakan yang ditimbulkan, mengakibatkan dua orang pekerja luka parah, sekujur tubuhnya melepuh. Sehingga langsung dilarikan ke RSUD Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bhakti Timah (TSBT) untuk ditangani tim medis.(gan)